Ilustrasi. (Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal)

Dinkes Jepara Instruksikan Tarik Ranitidin

Nasional BPOM tarik ranitidin
Rhobi Shani • 10 Oktober 2019 13:53
Jepara: Dinas Kesehatan Jepara, Jawa Tengah, menerbitkan instruksi penarikan obat lambung jenis Ranitidin dari pasar. Hal itu menyusul perintah penarikan obat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
 
"Informasi resminya (penarikan Ranitidin) baru kami terima hari ini," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jepara Mundrikatun, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
BPOM sebelumnya menyatakan obat untuk penyakit tukak lambung dan usus itu positif tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA). Unsur kimia dalam obat itu disebut bersifat karsinogen atau memicu kanker.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mundrikatun mengatakan Ranitidin umumnya digunakan untuk mengobati mual akibat peningkatan asam lambung. Obat itu juga sering diberikan kepada ibu hamil.
 
“Kalau ada temuan obat tersebut mengandung apa dan bagaimana bahayanya kami tidak bisa menyampaikan. Itu BPOM yang akan menyampaikan,” kata Mundrikatun.
 
Terpisah, Wakil Diretur RSUD Kartini Jepara, Muh Ali, mengatakan, sampai saat ini RSUD Kartini masih menggunakan ranitidin. Ia mengatakan ranitidin yang dipakai rumah sakit bukan jenis obat yang termasuk larangan BPOM.
 
“Masih menggunakan, tapi ranitidin keluaran lain bukan yang disebutkan BPOM,” kata Muh Ali.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif