Kawasan kumuh yang berada di pinggiran Sungai Musi, Kota Palembang. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)
Kawasan kumuh yang berada di pinggiran Sungai Musi, Kota Palembang. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo)

Kawasan Kumuh di Sumsel Capai 5.777 Hektare

Nasional pemukiman kumuh
Gonti Hadi Wibowo • 11 Desember 2019 12:27
Palembang: Dinas Perumahan dan kawasan permukiman (Perkim) Sumatra Selatan mencatat kawasan kumuh di Bumi Sriwijaya mencapai 5.777 hektare. Jumlah itu terus meningkat setiap tahunnya.
 
“Data 2019, kawasan kumuh sebanyak 5.777 hektare. Ada 42 kawasan yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumsel,” kata Kepala Dinas Perkim Sumsel Basyaruddin Akhmad, Rabu, 11 Desember 2019.
 
Menurut Akhmad, pihaknya menargetkan pada 2020, kawasan kumuh di Sumsel bisa berkurang hingga 100 hektare per tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kota Palembang penyumbang terbesar kawasan kumuh sedangkan Kabupaten Lahat dan Musi Banyuasin yang paling sedikit,” ungkapnya.
 
Untuk mengurangi kawasan kumuh, lanjut Akhmad, pemerintah akan membangun rumah berbasis komunitas melaui program pembangunan baru Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
 
Rumah berbasis komunitas itu diperuntukkan untuk pengemudi ojek daring (ojol), peternak lele, penyapu jalan, pembersih sungai, dan buruh harian lepas.
 
“Tahun depan program rumah komunitas itu akan membangun sebanyak 1.200 rumah. Kita juga punya program Kotaku dan mendorong pihak pengembang untuk sebanyak-banyaknya membangun rumah di Sumsel,” jelasnya.
 
Menurutnya, indikator wilayah kumuh bisa dilihat dari kondisi jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan limbah, pengelolaan sampah dan proteksi kebakaran, ruang terbuka hijau, dan drainase lingkungan dan perumahan tidak layak huni.
 
“Asal mula kawasan kumuh itu adanya lahan kosong seperti di pinggiran sungai yang membuat masyarakat yang belum mempunyai rumah itu membangunnya di sana. Mereka juga mengajak orang lain untuk membangun rumah di sana,” pungkasnya.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif