Presiden Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan Prabowo Subianto (kanan) usai bersama-sama menaiki moda transportasi MRT di Stasiun MRT Senayan, Jakarta. MI/Pius Erlangga
Presiden Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan Prabowo Subianto (kanan) usai bersama-sama menaiki moda transportasi MRT di Stasiun MRT Senayan, Jakarta. MI/Pius Erlangga

PAN DIY Kecewa Prabowo Bertemu Jokowi

Nasional pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ahmad Mustaqim • 16 Juli 2019 18:41
Yogyakarta: Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menanggapi dingin pertemuan Prabowo Subianto dengan Joko Widodo usai gelaran Pilpres 2019. Apalagi setelah Jokowi menyampaikan pidato usai pertemuan itu.
 
Ketua DPW PAN DIY Nazarudin kecewa dengan keputusan Prabowo menemui Jokowi. Menurut dia, Prabowo terlalu terpengaruh desakan-desakan rekonsiliasi dari berbagai pihak.
 
"Pertemuan itu tak ada urgensinya bagi pak Prabowo. Kalau konteksnya rekonsiliasi, ya habis pemilu yang satu dimenangkan yang satu dikalahkan. Kita rekonsiliasi ya setelah itu biasa-biasa saja. Tak perlu ada simbolisasi atau pertemuan," kata Nazarudin saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 16 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peristiwa pertemuan Prabowo-Jokowi seolah menunjukkan ketidakdewasaan dalam berpolitik. Menurut dia, setelah pemilu di luar negeri biasanya tidak perlu ada pertemuan.
 
Ia berkata, tak perlu ada narasi seolah kalau tak ada rekonsiliasi bangsa ini akan terjadi sesuatu. Justru, ia melanjutkan, yang menang seharusnya punya tanggung jawab membuktikan harus mengayomi seluruh rakyat Indonesia.
 
"Kalau yang menang di dalam pemerintahan dalam mengayomi pendukungnya tapi mengayomi seluruh rakyat, otomatis rekonsiliasi akan terwujud," katanya.
 
Nazarudin juga menyesalkan adanya buntut di balik pertemuan itu yang disebut ada upaya menegosiasikan jabatan sebagai wujud rekonsiliasi. Menurut dia hal itu menjadi salah kaprah. Ia menyatakan demokrasi memerlukan adanya check and balance.
 
"Jadi alami saja, siapa yang di dalam, siapa yang di luar, kita awasi," ucapnya.
 
Baca: Amien Rais Heran Prabowo 'Nyolong' Bertemu Jokowi
 
Ia juga menilai perkataan Amien soal Prabowo harus di oposisi menjadi hal biasa. Namun, menurut Nazarudin, sebagian masyarakat belum dewasa dalam menyikapi kemenangan atau kekalahan dalam.pemiku.
 
"Yang menang maunya supaya pemerintah gak ada yang ganggu, (lawan saat pemilu) maunya dimasukkan. Yang kalah sebagian gak mau menerima kekalahan, ingin jadi bagian kekuasaan, karena dia merasa di bagian kekuasaan bisa ada akses tertentu untuk kepentingannya. Jadi dua-duanya merusak, yang dikorbankan rakyat," ucapnya.
 


 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif