Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa-siswi se- Jatim, di Markas Komando Armada II, Tanjung Perak Surabaya. (Medcom.id/Amal).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa-siswi se- Jatim, di Markas Komando Armada II, Tanjung Perak Surabaya. (Medcom.id/Amal).

TNI AL Bekali Wawasan Kebangsaan ke Pelajar se-Jatim

Nasional Pengenalan Lingkungan Sekolah
Amaluddin • 17 Juli 2019 09:57
Surabaya: Sebanyak 1.200 siswa kelas X se-Jawa Timur mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Markas Komando Armada II, Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur. Para pelajar diharapkan mendapat pengalaman berbeda dari kegiatan tersebut.
 
Kegiatan MPLS digelar selama tiga hari, mulai Selasa, 16 Juli 2019 hingga Kamis, 18 Juli 2019. Para siswa pilihan dari berbagai sekolah di Jatim diajak untuk tinggal di atas KRI dr Soeharso dan dilatih langsung oleh anggota TNI AL.
 
"Kami berharap sebanyak para siswa yang mengikuti MPLS ini, mendapat penguatan wawasan kebangsaan. Mereka paham apa itu 4 pilar bangsa, paham ber-Indonesia, dan paham bahwa 85 persen wilayah negara kita adalah wilayah maritim," ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat membuka MPLS di Komando Armada II, Tanjung Perak Surabaya, Selasa, 16 Juli 2019, sore.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khofifah mengatakan kegiatan MPLS yang melibatkan TNI berawal adanya nota kesepahaman antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Panglima TNI. Kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jatim dengan Panglima Koarmada II.
 
Selama tiga hari ke depan, kata Khofifah, peserta MPLS mendapat materi mengenal jati diri, anti radikalisme dan narkoba. Kemudian materi tentang mitigasi bencana, dan juga sejumlah pelatihan lainnya seperti SAR, pelatihan sea survival, ship tour, dan dimeriahkan dengan gim.
 
"Jika hari pertama mereka dilatih baris berbaris, kita harus sadar bahwa kita ada dalam satu barisan dalam mengawal NKRI. Kalaupun kita berbeda daerah, bahasa, agama, dan adat, maka barisan kita adalah NKRI, itu yang kami harap bisa dipahami anak-anak," kata Khofifah.
 
Menurut Ketua Umum PP Muslimat NU ini, penanaman nilai-nilai kebangsaan harus disiapkan sejak dini. Para siswa diharapkan bisa menjadi teladan di sekolahnya dalam menerapkan ilmu yang didapay selama MPLS.
 
"Begitu mereka kembali ke sekolahnya masing-masing, mereka akan bisa menjadi tutor untuk menyemai ilmunya di tempat masing-masing," tandasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif