Bandung: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren atau madrasah melek digital. Hal itu penting untuk membuka peluang lembaga pendidikan bisa maju dan mengikuti perkembangan zaman.
"Saya berharap kepada seluruh pondok pesantren, lembaga, atau yayasan (pendidikan keagamaan) ini harus melek digital, sehingga peluang-peluang dari pemerintah ini bisa dimanfaatkan dengan baik," kata Uu di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu, 28 Agustus 2019.
Uu menjelaskan bahwa pihaknya ingin membangun kebersamaan dan sinergi dengan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan pendidikan di Jabar. Dengan begitu, lanjut Uu, tidak ada perbedaan antara guru yang ada di bawah naungan Dinas Pendidikan maupun guru Madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.
"Kami ingin membangun kebersamaan baik antara guru dari Dinas Pendidikan maupun dengan guru Madrasah," jelas Uu.
Uu kembali mengatakan terkait berbagai program yang bisa dimanfaatkan lembaga pendidikan keagamaan adalah program One Pesantren One Product (OPOP) yang belum diserap oleh banyak pesantren, khususnya pesantren di pelosok.
"Untuk OPOP, itu banyak pesantren-pesantren yang di daerah, di pesantren tidak tersentuh dengan program OPOP. Padahal, program ini adalah program kami untuk membantu pondok pesantren," jelas Uu.
Uu menilai program OPOP masih didominasi pelaksanaanya oleh pondok pesantren yang sudah maju atau ada di daerah perkotaan. Namun pada 2020 nanti ada pergeseran sasaran program OPOP yang ditujukan untuk pondok pesantren yang ada di pelosok, khususnya yang belum mandiri secara ekonomi.
"Program OPOP masih didominasi oleh mereka yang sudah maju pesantrennya ada di daerah perkotaan, meskipun itu sebenarnya hak bagi mereka karena mereka adalah pesantren, kenapa tidak. Tahun depan ada perpindahan segmen yaitu segmen pesantren yang ada di kampung, pesantren yang santrinya sedikit, asramanya masih kurang bagus. Itu yang kami harapkan tahun depan akan menerima OPOP," pungkas Uu.
Bandung: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren atau madrasah melek digital. Hal itu penting untuk membuka peluang lembaga pendidikan bisa maju dan mengikuti perkembangan zaman.
"Saya berharap kepada seluruh pondok pesantren, lembaga, atau yayasan (pendidikan keagamaan) ini harus melek digital, sehingga peluang-peluang dari pemerintah ini bisa dimanfaatkan dengan baik," kata Uu di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu, 28 Agustus 2019.
Uu menjelaskan bahwa pihaknya ingin membangun kebersamaan dan sinergi dengan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan pendidikan di Jabar. Dengan begitu, lanjut Uu, tidak ada perbedaan antara guru yang ada di bawah naungan Dinas Pendidikan maupun guru Madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.
"Kami ingin membangun kebersamaan baik antara guru dari Dinas Pendidikan maupun dengan guru Madrasah," jelas Uu.
Uu kembali mengatakan terkait berbagai program yang bisa dimanfaatkan lembaga pendidikan keagamaan adalah program One Pesantren One Product (OPOP) yang belum diserap oleh banyak pesantren, khususnya pesantren di pelosok.
"Untuk OPOP, itu banyak pesantren-pesantren yang di daerah, di pesantren tidak tersentuh dengan program OPOP. Padahal, program ini adalah program kami untuk membantu pondok pesantren," jelas Uu.
Uu menilai program OPOP masih didominasi pelaksanaanya oleh pondok pesantren yang sudah maju atau ada di daerah perkotaan. Namun pada 2020 nanti ada pergeseran sasaran program OPOP yang ditujukan untuk pondok pesantren yang ada di pelosok, khususnya yang belum mandiri secara ekonomi.
"Program OPOP masih didominasi oleh mereka yang sudah maju pesantrennya ada di daerah perkotaan, meskipun itu sebenarnya hak bagi mereka karena mereka adalah pesantren, kenapa tidak. Tahun depan ada perpindahan segmen yaitu segmen pesantren yang ada di kampung, pesantren yang santrinya sedikit, asramanya masih kurang bagus. Itu yang kami harapkan tahun depan akan menerima OPOP," pungkas Uu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)