Bandung: Seekor sapi potong di Kota Bandung mati usai terpapar penyakit kuku dan mulut (PMK) sejak 23 Mei 2022. Sapi tersebut merupakan salah satu dari lima ekor yang dinyatakan terpapar PMK.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan dua ekor sapi yang dikarantina sejak 13 Mei mengalami penurunan kesehatan. Bahkan satu ekor sapi mati, sedangkan satu ekor sapi lainnya disembelih oleh peternak karena khawatir menularkan.
"Dan perkembangannya dari lima itu, satu ekor mati karena kondisinya semakin parah, kemudian satu ekor lg dipotong bersyarat karena si peternak khawatir menyebarkan ke yang lain. Sisa tiga yang masih perawatan," kata Gin Gin saat dihubungi, Kamis, 2 Juni 2022.
Baca: Kabupaten Ponorogo Masuk Kategori Daerah Tertular PMK
Dia menuturkan kondisi tiga ekor sapi yang terpapar PMK saat ini masih terus dipantau karena kerap mengeluarkan air liur yang cukup banyak. Sehingga, tiga sapi tersebut dipisahkan khawatir kondisinya semakin memburuk.
"Lima sapi yang positif PMK itu dari peternak yang ada di (Kecamatan) Babakan Ciparay. Kita terus pantau kondisinya, mudah-mudahan yang tiga itu membaik," jelasnya.
Sementara saat ini ada 9 ekor sapi dari dua peternak yang telah diambil sample darahnya untuk diperiksa di Balai Peteriner Subang. 9 ekor tersebut dari peternak di kawasan Cisurupan, Cibiru 5 ekor dan Bandung Kulon empat ekor sapi perah dan sapi potong.
"Lagi di periksa, sudah diambli samplenya. Hasilnya keluar dua atau tiga hari lagi. Tapi sekarang hewan tersebut dikarantina terlebih dahulu sebagai antisipasi," ungkapnya.
Bandung: Seekor
sapi potong di Kota Bandung mati usai terpapar penyakit kuku dan mulut (PMK) sejak 23 Mei 2022. Sapi tersebut merupakan salah satu dari lima ekor yang dinyatakan terpapar PMK.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan dua ekor sapi yang dikarantina sejak 13 Mei mengalami penurunan kesehatan. Bahkan satu ekor sapi mati, sedangkan satu ekor sapi lainnya disembelih oleh peternak karena khawatir menularkan.
"Dan perkembangannya dari lima itu, satu ekor mati karena kondisinya semakin parah, kemudian satu ekor lg dipotong bersyarat karena si peternak khawatir menyebarkan ke yang lain. Sisa tiga yang masih perawatan," kata Gin Gin saat dihubungi, Kamis, 2 Juni 2022.
Baca:
Kabupaten Ponorogo Masuk Kategori Daerah Tertular PMK
Dia menuturkan kondisi tiga ekor sapi yang terpapar PMK saat ini masih terus dipantau karena kerap mengeluarkan air liur yang cukup banyak. Sehingga, tiga sapi tersebut dipisahkan khawatir kondisinya semakin memburuk.
"Lima sapi yang positif PMK itu dari peternak yang ada di (Kecamatan) Babakan Ciparay. Kita terus pantau kondisinya, mudah-mudahan yang tiga itu membaik," jelasnya.
Sementara saat ini ada 9 ekor sapi dari dua peternak yang telah diambil sample darahnya untuk diperiksa di Balai Peteriner Subang. 9 ekor tersebut dari peternak di kawasan Cisurupan, Cibiru 5 ekor dan Bandung Kulon empat ekor sapi perah dan sapi potong.
"Lagi di periksa, sudah diambli samplenya. Hasilnya keluar dua atau tiga hari lagi. Tapi sekarang hewan tersebut dikarantina terlebih dahulu sebagai antisipasi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)