Ilustrasi--Kondisi rumah rusak akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada pertengahan bulan April 2022 lalu. (FOTO ANTARA/Abdul Fatah)
Ilustrasi--Kondisi rumah rusak akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada pertengahan bulan April 2022 lalu. (FOTO ANTARA/Abdul Fatah)

BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa Halmahera Barat

Nasional gempa pergeseran tanah Gempa Bumi pergerakan tanah
Antara • 09 Mei 2022 11:50
Ternate: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara (Malut) menyatakan hingga kini belum ada laporan terkait kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dan sekitarnya.
 
"Untuk saat ini, BPBD belum mendapatkan laporan adanya kerusakan berbagai fasilitas maupun infrastruktur akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,8 di Halbar," kata Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Malut, Yusri Abd Kasim, Senin, 9 Mei 2022.
 
Ia menjelaskan BPBD saat ini telah menugaskan tim analisis bencana untuk melakukan pengecekan terkait gempa tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di Kabupaten Halbar, Maluku Utara. BMKG mencatat, gempa terjadi pada pukul 06.51 WIT, Senin, 9 Mei 2022.
 
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Perairan Halmahera Barat
 
Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dan terletak pada 72 kilometer barat laut Halbar dengan info gempa Mag:5.8, 09-Mei-22 04:51:39 WIB, Lok:1.83 LU, 127.15 BT (72 km) barat laut Halmahera Barat-Malut, kedalaman: 10 Km.
 
Yusri Abd Kasim menyebutkan belum diketahui adanya laporan tentang kerusakan dan korban akibat gempa bumi ini, namun getaran gempa dirasakan hingga daerah sekitar Halbar, seperti Kota Ternate.
 
Sementara itu, salah seorang warga Ternate, Arman Muhammad mengaku gempa terjadi pada pukul 06.51 WIT itu terasa hingga di Kota Ternate.
 
"Gempa berkekuatan magnitudo 5,8 itu membuat kami panik dan keluar rumah, untuk menyelamatkan diri," katanya.
 
Sedangkan, dari hasil pantauan di Jailolo dan Kota Ternate usai gempa bumi magnitudo 5,8 itu tidak mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan pusat ekonomi tetap berlangsung secara normal dan perkantoran baik pemerintahan maupun sektor swasta tetap beraktivitas seperti biasa.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif