Relawan tangguh bencana (Retana) BPBD Cianjur, Jawa Barat, disiagakan untuk memantau dan mengawasi longsor yang kerap melanda jalur selatan Cianjur. (ANTARA POTO/Ahmad Fikri)
Relawan tangguh bencana (Retana) BPBD Cianjur, Jawa Barat, disiagakan untuk memantau dan mengawasi longsor yang kerap melanda jalur selatan Cianjur. (ANTARA POTO/Ahmad Fikri)

Bupati Cianjur Minta Pengawasan Jalur Selatan Ditingkatkan

Antara • 16 Januari 2022 06:11
Cianjur: Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman, meminta BPBD Cianjur memberi pengawasan lebihpada jalur selatan yang rawan longsor untuk mencegah terjadinya korban jiwa. Terutama di kawasan Cadas Hideung, Kecamatan Pagelaran dan di Kecamatan Naringgul.
 
"Memasuki puncak musim hujan, kami meminta BPBD Cianjur lebih waspada dan siaga termasuk di sejumlah titik rawan bencana alam yang kerap terjadi, termasuk pengawasan di sepanjang jalur utama Cianjur mulai dari utara hingga selatan," katanya, Sabtu, 15 Januari 2022.
 
Ia menjelaskan, meski sebagian besar wilayah Cianjur, masuk dalam zona merah bencana di Jabar, pihaknya tetap berupaya melakukan upaya pencegahan meski bencana alam sulit diprediksi, termasuk penangan cepat dengan menyiagakan alat berat di sejumlah titik wilayah selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah daerah, tutur dia, terus berkoordinasi dengan dinas terkait di pemprov dan pusat, untuk penanganan maksimal jalur rawan bencana di Cianjur, termasuk pemasangan tebing penahan tanah di sepanjang jalur Puncak-Cipanas hingga Kecamatan Naringgul.
 
Baca juga: Update, Rumah Rusak Akibat Gempa Banten Jadi 1.699 Unit
 
"Kami juga meminta pengguna jalan dengan tujuan wilayah selatan Cianjur, untuk tetap ekstra hati-hati dan waspada saat melintas di jalur rawan bencana, terutama saat hujan turun deras, sebagai upaya menghindari korban jiwa dan materiil saat bencana alam terjadi," terang dia.
 
Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo, menambahkan untuk penanganan tebing longsor di jalur selatan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemprov Jabar dan Kementerian, untuk penanganan maksimal segera dilakukan, sehingga tebing yang rawan longsor dapat dipasangi tembok penahan tanah atau pemasangan jaring baja seperti di Puncak dan Naringgul.
 
"Kami juga sudah meminta seluruh Relawan Tangguh Bencana (Retana) untuk siaga dalam melakukan pengawasan dan jeli membaca tanda alam akan terjadi bencana serta segera mengevakuasi warga saat bencana terjadi," jelasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif