Jenazah Kletus Arianto Said, korban perahu terbalik di perairan sekitar Kampung Sobey, Distrik Teluk Duari saat dibawa ke RSUD Teluk Wondama. (ANTARA/HO-Zack Tonu B)
Jenazah Kletus Arianto Said, korban perahu terbalik di perairan sekitar Kampung Sobey, Distrik Teluk Duari saat dibawa ke RSUD Teluk Wondama. (ANTARA/HO-Zack Tonu B)

SAR Cari Korban Hilang Perahu Terbalik di Teluk Wondama

Antara • 24 Juli 2022 13:33
Wasior: Tim SAR gabungan Kabupaten Teluk Wondama hingga Minggu siang, 24 Juli 2022, masih mencari keberadaan seorang penumpang perahu motor yang terbalik di perairan sekitar Kampung Sobey, Distrik Teluk Duari pada Sabtu malam, 23 Juli 2022.
 
Kapolres Teluk Wondama AKBP Yohanes Agustiandaru menjelaskan dalam kecelakaan perahu motor berpenumpang sembilan orang itu, tujuh penumpang selamat, sedangkan satu penumpang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
 
Kemudian korban meninggal dunia atas nama Kletus Arianto Said, 25. Yanto, panggilan akrab korban, adalah warga Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jasad Yanto saat ini sudah berada di ruang pemulasaran jenazah RSUD Teluk Wondama," ujarnya.
 
Korban yang masih dicari atas nama Udin Ferimaks Totoks, juga warga NTT.
 
Baca juga: Basarnas Jambi Temukan 3 Anak Tenggelam di Anak Sungai Batang Hari

"Saat perahu terbalik, satu penumpang yang tidak bisa berenang akhirnya meninggal, satu lagi hilang dan masih dalam pencarian," kata Agustiandaru.
 
Identitas tujuh penumpang yang selamat, yaitu Novrianus Nino, Jemri Lasarus Tefnai, Maria Yasinta Bupu, Rianto Antonius Mage, Yudita, Bruno Said, dan Manggara. Manggara adalah warga lokal dan bertindak sebagai motoris. Seluruh penumpang perahu motor tersebut merupakan warga asal NTT.
 
Kapolres Wondama menyebut para penumpang menggunakan perahu nahas tersebut keluar dari Kampung Sobey pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIT untuk pergi memancing ikan.
 
Setelah beberapa lama memancing, hujan mulai turun, sehingga sang motoris bermaksud menghidupkan mesin perahu untuk berpindah tempat. Namun, tiba-tiba perahu miring dan terbalik.
 
Baca juga: Seorang Tewas dalam Kecelakaan Kapal di Teluk Wondama

Bruno Said yang merupakan adik kandung korban meninggal dunia menuturkan saat perahu terbalik dia sempat menolong sang kakak yang tidak bisa berenang. Ketika itu sang kakak berjarak lebih kurang 20 meter dari dirinya.
 
"Saya sudah bawa dia ke perahu, tapi dia berat sekali, jadi susah (untuk berikan pertolongan). Kemudian saya berenang membawa dia ke darat, baru ditolong sama masyarakat, tapi tidak bisa (selamat)," tutur Bruno, di ruang jenazah RSUD Teluk Wondama.
 
Sementara itu, korban yang masih hilang, menurut Bruno, bisa berenang. Hanya saja, saat kecelakaan terjadi, dia terpisah dari teman-temannya. Diduga yang bersangkutan terbawa arus.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif