Dokumentasi - Petugas kesehatan melaksanakan imunisasi polio kepada anak di Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (30/11/2022). (ANTARA/HO-Dinas Kesehatan Aceh)
Dokumentasi - Petugas kesehatan melaksanakan imunisasi polio kepada anak di Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (30/11/2022). (ANTARA/HO-Dinas Kesehatan Aceh)

62.207 Anak di Pidie Aceh Sudah Mendapatkan Imunisasi Polio

Antara • 03 Desember 2022 23:10
Banda Aceh: Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mencatat sebanyak 62.207 anak di Kabupaten Pidie sudah mendapatkan imunisasi polio dalam pelaksanaan sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN), menyusul kejadian luar biasa kasus polio di Aceh.
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh Iman Murahman mengatakan saat ini pelaksanaan imunisasi terus berlanjut untuk mencapai target. Capaiannya sudah 67,9 persen atau 62.207 orang dari target 91.484 anak di Pidie.
 
“Sisa waktunya hari ini dan besok (4 Desember), harusnya bisa (tercapai target),” kata Iman Murahman, Sabtu, 3 Desember 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data Dinkes Aceh mencatat jumlah anak yang telah mendapat imunisasi polio meliputi usia 0-59 bulan sebanyak 23.663 orang, usia 5-7 tahun sebanyak 6.054 orang, dan usia 7-12 tahun sebanyak 32.490 orang.
 
Iman menambahkan, cakupan imunisasi tersebut merupakan pelaksanaan sub PIN tahap pertama khusus Pidie. Kemudian akan dilanjutkan enam daerah lain yakni Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara pada Senin, 5 Desember 2022.
 
Baca juga: Realisasi Imunisasi Polio di Pidie Aceh Baru 49,5%

“Insyaallah, Senin nanti dicanangkan oleh Menteri Kesehatan RI di Banda Aceh. Sedangkan sisanya 16 kabupaten/kota dimulai pada 12 Desember,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif mengatakan sub PIN dilakukan sebagai respons KLB polio, dengan target bisa tercapai 95 persen.
 
Oleh sebab itu, semua unsur tenaga kesehatan tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dikerahkan untuk berkolaborasi agar berhasil mencapai target.
 
“Tidak boleh tidak berhasil, harus tercapai 95 persen, kalau tidak tercapai harus diulang, sehingga harus tercapai ini, karena ini baru bermanfaat kalau mencapai 95 persen,” terang dia.
 
Hal itu, menurut Hanif, disebabkan sumber virus polio di Kabupaten Pidie belum diketahui asalnya. Tentu, kata dia, virus tersebut tidak muncul dengan sendirinya.
 
"Apalagi virus polio yang terdeteksi di Pidie diketahui sudah bermutasi sebanyak 25 kali. Oleh karena itu, pelaksanaan Sub PIN di Pidie harus berhasil, minimal 95 persen, agar anak-anak Pidie terlindungi dari polio," jelasnya.
 

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id

 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif