Ilustrasi rumah warga rusak akibat diguncang gempa di Kampung Karoya, Mandalawangi, Pandeglang, Banten, Jumat, 2 Agustus 2019 malam. Antara Foto/Asep Fathulrahma.
Ilustrasi rumah warga rusak akibat diguncang gempa di Kampung Karoya, Mandalawangi, Pandeglang, Banten, Jumat, 2 Agustus 2019 malam. Antara Foto/Asep Fathulrahma.

Puluhan Rumah di Cianjur Rusak Akibat Gempa Banten

Nasional Gempa Banten
Antara • 05 Agustus 2019 20:13
Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, merilis puluhan rumah rusak di sejumlah wilayah Cianjur terutama bagian Selatan. Kerusakan tersebut akibat gempa yang terpusat di Sumur-Banten dengan kekuatan magnitudo 6,9 beberapa waktu lalu.
 
Sekretaris BPBD Cianjur, Sugeng Supriyanto mengatakan setelah dilakukan pendataan 27 rumah rusak sedang akibat gempa Banten yang terjadi beberapa waktu lalu.
 
"Sebagian besar rumah yang rusak di bagian atap dan dinding yang retak-retak. Tidak ada korban jiwa namun sebagian besar warga sempat mengungsi akibat rumah mereka rusak," kata Sugeng di Cianjur, Senin, 5 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sugeng menjelaskan kemungkinan jumlah rumah yang rusak setelah terjadinya gempa Banten akan bertambah karena hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan dan belum semua laporan masuk.
 
"Kami juga mencatat ada tiga rumah dan satu masjid yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa Banten yang terletak di Kecamatan Pasirkuda dan Cibeber," jelas Sugeng.
 
Sugeng menjelaskan puluhan rumah yang rusak tersebut terletak di wilayah rawan bencana dan masyarakat sekitar sudah mengetahui, namun selama ini mereka memiliki kehidupan ekonomi di wilayah tersebut dan menolak untuk direlokasi.
 
Sementara Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah mengatakan pihaknya telah memerintahkan jajaran untuk melakukan pendataan yang sama di wilayahnya masing-masing, serta mengimbau warga untuk tetap waspada bencana.
 
"Kami juga mengimbau jajaran yang terletak di wilayah pesisir selatan untuk mengimbau warga lebih waspada dan segera mengungsi ketika melihat tanda-tanda alam serta mengunakan jalur evakuasi ketika terjadi tsunami," kata Soliyah.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif