Kadisdik Kabupaten Tangerang Syaifullah (kanan) dan Kepala SDN Malangnengah II, Selasa, 12 November 2019. (Foto: Medcom.id/Farhan)
Kadisdik Kabupaten Tangerang Syaifullah (kanan) dan Kepala SDN Malangnengah II, Selasa, 12 November 2019. (Foto: Medcom.id/Farhan)

SDN Malangnengah Ambruk Diduga karena Faktor Alam

Nasional sekolah ambruk
Farhan Dwitama • 12 November 2019 12:33
Tangerang: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tangerang, Banten, menduga, insiden robohnya tiga ruang kelas di SDN Malangnengah II Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada Senin 12 November 2019, karena faktor alam.
 
Kepala Disdikbud Kabupaten Tangerang, Syaifullah mengatakan unit bangunan sekolah di SDN Malangnengah II sebelumnya dalam kondisi baik.
 
“Sebetulnya pada 2012 sudah direnovasi. Pada 2018 belum ada usulan perbaikan lagi karena melihat kondisi fisiknya masih bagus,” ucap Syaifullah, Selasa, 12 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Syaifullah, ruang kelas yang ambruk di SDN Malangnengah akibat faktor cuaca. Kekeringan panjang yang terjadi disusul hujan deras selam dua hari berturut-turut pada 31 Oktober 2019 membuat struktur bangunan bergeser.
 
“Tanah-tanah kering sekali dan tiba tiba hujan besar dua hari berturut-turut sehingga air menyerap tanah dan mengubah struktur (bangunan) sehingga ada pergeseran antara tiang-tiang bangunan,” kata dia.
 
Ia pun mengapresiasi pihak sekolah yang melakukan antisipasi bangunan roboh. Seluruh peralatan perlengkapan kelas bahkan kegiatan belajar siswa dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
 
“Melihat kondisi itu sekolah sudah mengevakuasi alat-alat sekolah, meja kursi, dan anak anak juga belajarnya dibagi dua shift," ungkapnya.
 
Atas peristiwa itu, Syaifullah berharap 700 SD dan SMP negeri di Kabupaten Tangerang proaktif berkomunikasi dengan dinas. "Sehingga kami bisa menginventarisasi permasalahan-permasalahan sekolah,” lanjut dia.
 
Dugaan serupa disampaikan Camat Pagedangan, Dadan Gandana. Ia mengakui banyak bangunan di wilayah Kecamatan Pagedangan mengalami keretakan.
 
“Saat ini baru mendapat laporan beberapa rumah alami keretakan, karena kemarau panjang. Belum diperbaiki. Baru kita inventarisasi termasuk juga sekolah, khawatir ada yang seperti ini,” imbuh Dadan.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif