Jakarta: Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkap terdapat satu korban luka ledakan di Mako Brimob Srondol, Semarang, Jawa Tengah. Korban mengalami luka ringan.
"Baru satu orang, Komandan Gegana Brimob Jateng," ujar Dedi saat Breaking News Metro Tv, Sabtu, 14 September 2019.
Dedi menuturkan korban ledakan Mako Brimob Srondol mengalami luka ringan akibat pecahan kaca. Saat ini korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.
"Tidak parah hanya ringan," imbuhnya.
Semantara, kata Dedi, pihaknya masih mendata perihal korban dari warga yang terdampak ledakan. Pihaknya masih menyisir rumah warga.
"Untuk warga diminta tetap tenang, semua sudah ditangani Brimob Polda Jateng dan dari Brimob Mabes Polri akan ke sana," pungkasnya.
Kebakaran di Mako Brimob Polda Jateng sudah padam. Pemadaman sudah mencpaai 80 persen, pendinginan sedang berlangsung.
Asap hitam membubung di komplek Markas Brigade Mobil (Brimob) Srondol, Kota Semarang, Jawa Tengah. Asap muncul tak lama setelah terjadi ledakan yang cukup keras sekitar pukul 07.05 WIB.
Dedi Prasetyo menyatakan ledakan terjadi di gudang penyimpanan sisa bom Perang Dunia II, komplek Mako Brimob Kompi I Srondol, Semarang, Jawa Tengah.
"Ledakan terjadi di gudang penyimpanan sisa mortir, granat, dan bom dari Perang Dunia II yang sudah tidak terpakai. Bukan di gudang senjata Brimob. Jadi antara gudang penyimpanan sisa senjata dan gudang penyimpanan (amunisi), dipisahkan," kata Dedi saat dihubungi, Sabtu, 14 September 2019.
Jakarta: Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkap terdapat satu korban luka ledakan di Mako Brimob Srondol, Semarang, Jawa Tengah. Korban mengalami luka ringan.
"Baru satu orang, Komandan Gegana Brimob Jateng," ujar Dedi saat Breaking News Metro Tv, Sabtu, 14 September 2019.
Dedi menuturkan korban ledakan Mako Brimob Srondol mengalami luka ringan akibat pecahan kaca. Saat ini korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.
"Tidak parah hanya ringan," imbuhnya.
Semantara, kata Dedi, pihaknya masih mendata perihal korban dari warga yang terdampak ledakan. Pihaknya masih menyisir rumah warga.
"Untuk warga diminta tetap tenang, semua sudah ditangani Brimob Polda Jateng dan dari Brimob Mabes Polri akan ke sana," pungkasnya.
Kebakaran di Mako Brimob Polda Jateng sudah padam. Pemadaman sudah mencpaai 80 persen, pendinginan sedang berlangsung.
Asap hitam membubung di komplek Markas Brigade Mobil (Brimob) Srondol, Kota Semarang, Jawa Tengah. Asap muncul tak lama setelah terjadi ledakan yang cukup keras sekitar pukul 07.05 WIB.
Dedi Prasetyo menyatakan ledakan terjadi di gudang penyimpanan sisa bom Perang Dunia II, komplek Mako Brimob Kompi I Srondol, Semarang, Jawa Tengah.
"Ledakan terjadi di gudang penyimpanan sisa mortir, granat, dan bom dari Perang Dunia II yang sudah tidak terpakai. Bukan di gudang senjata Brimob. Jadi antara gudang penyimpanan sisa senjata dan gudang penyimpanan (amunisi), dipisahkan," kata Dedi saat dihubungi, Sabtu, 14 September 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)