Warga melakukan aksi bersih-bersih sampah di aliran Sungai Musi di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. (Foto: MI/Dwi Apriani)
Warga melakukan aksi bersih-bersih sampah di aliran Sungai Musi di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. (Foto: MI/Dwi Apriani)

Pengusaha di Palembang Wajib Punya IPAL

Nasional pengolahan limbah
Antara • 29 Oktober 2019 12:51
Palembang: Pemerintah Kota Palembang, Sumatra Selatan, mewajibkan pelaku usaha memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) mandiri. Hal ini guna menjaga kelestarian Sungai Musi.
 
Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, pemkot akan menindak perusahaan yang air limbahnya masih dibuang ke saluran umum hingga ke Sungai Musi.
 
"Saya berharap agar setiap pelaku usaha menyadari akan pentingnya IPAL. Bila aturan sudah ditegakkan, izin usaha perusahaan tersebut akan dicabut," ujarnya melansir Antara, Selasa, 29 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fitrianti berharap seluruh pihak dapat berperan aktif menjaga dan merehabilitasi kualitas air Sungai Musi. Pemerintah Kota Palembang pun secara berkala mengecek kualitas air baku Sungai Musi mendapati kenyataan yang cukup mengkhawatirkan.
 
"Ambang batas kualitas air Sungai Musi sudah sangat mengkhawatirkan. Ini karena banyak pelaku usaha yang masih mengalirkan limbahnya ke saluran air," kata dia.
 
Ia mengatakan sejauh ini air Sungai Musi masih menjadi satu-satunya sumber air baku untuk PDAM. Oleh karena itu direncanakan pembangunan waduk seluas 100 hektare untuk merespons kondisi terkini yang terjadi di Sungai Musi.
 
Sementara untuk upaya jangka pendek pemkot merehabilitasi serta penambahan beberapa kolam retensi, dan membangun instalasi pengolahan air untuk pemenuhan suplai air bersih ke masyarakat.
 
Sementara itu Kabag Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Zuryati mengatakan, kualitas air Sungai Musi sudah menurun sehingga menjadi ancaman di masa datang.
 
"Melalui sosialisasi diharapkan masyarakat tergugah untuk melestarikan sungai dengan tidak membuang sampah dan mau bergotong royong setiap air pekan untuk membersihkan anak sungai," kata dia.
 
Ia menambahkan jumlah anak sungai di kota Palembang menyusut drastis dalam waktu kurang dari satu abad setelah penjajahan. Kota Palembang tercatat sudah kehilangan 221 anak sungai dari Sungai Musi dalam kurun waktu tersebut.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif