Panen raya padi hibrida varietas Brang Biji dilaksanakan di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis 21 November 2019. (Foto: Dok. Pemkab Malang)
Panen raya padi hibrida varietas Brang Biji dilaksanakan di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis 21 November 2019. (Foto: Dok. Pemkab Malang)

Panen Raya Hasilkan 14 Ton Padi di Malang

Nasional panen padi petani
Daviq Umar Al Faruq • 21 November 2019 19:40
Malang: Panen raya padi hibrida varietas Brang Biji dilaksanakan di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis 21 November 2019. Pada panen raya uji coba ketiga kali ini dihasilkan 14,4 ton padi.
 
Bupati Malang, M Sanusi, mengatakan panen raya padi ini menjadi ajang pembuktian dari uji coba pengembangan jenis padi hibrida yang terus mengalami peningkatan dari binaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Malang bersama Gapoktan Morodadi.
 
"Hari ini hasil dari pengembangan pertanian padi jenis Brang Biji di Banjararum terus mengalami peningkatan. Pada panen raya ini merupakan hasil ujicoba ketiga. Sekarang sudah berhasil 14,4 ton per hektare," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengembangan pertanian ini merupakan hasil studi banding Kabupaten Malang ke China. Pada uji coba pertama tercatat hasil panen padi ini mencapai 10,1 ton per hektare. Lalu uji coba kedua berhasil meraih 13,4 ton per hektare. Terakhir uji coba ketiga hasilnya terus menunjukkan kenaikan menjadi 14,4 ton per hektare.
 
"Tentunya terus ada progres dibanding hasil uji coba pertama dan kedua, namun targetnya bisa mencapai 15 ton per hektar," terangnya.
 
Sanusi, menambahkan, hasil evaluasinya adalah jenis padi ini mampu dan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan untuk produksi padi di Kabupaten Malang. Rencananya, jenis benih padi ini akan disebarkan dan diterapkan ke seluruh lahan pertanian padi di seluruh Kabupaten Malang.
 
"Kita ajukan ke dewan, kalau nanti anggaran cukup dan dewan menyetujui 45 ribu hektare, butuh benih padi ini sekitar 900 ribu kilogram. Minta dukungan dewan dan kalau nanti anggaran cukup, dan dewan menyetujui, maka benihnya padi ini bisa diberikan secara gratis untuk awal," jelasnya.
 
Setelah jenis benih padi hasil uji coba oleh Pemkab Malang ini mendapatkan sertifikasi dari Balai Sertifikasi Benih, maka benih ini dinilai sudah layak disebarkan ke para petani padi se-Kabupaten Malang dengan lahan pertanian padi seluas 45 ribu hektare.
 
"Tadi ada usulan juga dari para petani, saya sepakat, bahwa terkait PBB lahan pertanian tidak ada kenaikan, atau tidak mengikuti progresifnya. Kita sesuaikan dengan rata-rata di Kabupaten dan disamakan karena memang ini bentuk penghargaan kepada warga yang mau bersedia menanam padi untuk kecukupan pangan," jelasnya.
 
Sedangkan, Kepala Balai Besar Pengendalian Mutu Tanaman Pangan Ditjen Kementerian Pertanian, Warjito, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya Pemkab Malang dalam meningkatkan produktivitas dan komoditas pertanian padi di Kabupaten Malang.
 
Diakuinya, varietas padi hibrida jenis Brang Biji ini tercatat hanya rata-rata mampu menghasilkan kurang lebih 9 ton per hektare, namun dari sebuah uji coba yang dilaksanakan di lahan pertanian padi Desa Banjararum ini mampu memproduksi 14,4 ton per hektare.
 
"Kami tentu mendukung dan selalu mendukung. Malang menjadi tumpuan komoditas pertanian Jawa Timur. Selain sebagai sumber komoditas, Jatim ini juga termasuk penyumbang penyediaan benih padi ke seluruh Indonesia," ujarnya.
 
Sedangkan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hasi Sulistyo, mengatakan hasil uji coba ini untuk segera didaftarkan agar mendapatkan pengakuan dan sertifikasi.
 

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif