Pembatik Wirausa Muda Sumenep saat melakukan teknik mewarnai kain. (Foto: Medcom.id/Rahmatullah)
Pembatik Wirausa Muda Sumenep saat melakukan teknik mewarnai kain. (Foto: Medcom.id/Rahmatullah)

Batik Rato Diminati Turis Mancanegara

Nasional batik
Rahmatullah • 19 November 2019 15:08
Sumenep: Batik tulis produksi Wirausaha Muda Sumenep (WMS) diminati turis mancanegara. Kreator batik WMS, Busaki, mengungkapkan, produk kain batik dengan motif keris menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong.
 
"Batik kami laku keras kalau ada wisatawan asing ke Sumenep," ujarnya, Selasa, 19 November 2019.
 
Selain turis mancanegara, sejumlah pejabat juga menjadi salah satu konsumen tetap batik yang dikenal dengan sebutan Rato. Pasar batik yang sudah luas diharapkan berdampak positif pada keberlangsungan WMS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena WMS merupakan salah satu tempat bernaung karyawan (yang dulunya) pengangguran dengan beragam bisnis yang dijalankan," imbuh dia.
 
Selain batik tulis, kata Busaki, WMS juga memproduksi batik kayu berbentuk suvenir dan batik jumputan. Kerajinan tangan yang dibuat masyarakat kerap dijadikan sebagai buah tangan para wisatawan yang berkunjung ke Sumenep.
 
Busaki bersyukur usaha batik Rato berjalan lancar. Dia menyebut rata-rata pendapatan per bulan sebesar Rp5 juta. Bahkan omset pada September 2019 mencapai Rp50 juta.
 
"Banyak pesanan, jadi banyak penghasilan," kata Busaki.
 
Untuk melayani pesanan, Busaki menyebut sekitar 10 orang dipekerjakan memproduksi batik. Ia menjamin para pembuat batik profesional sebab telah mendapatkan pelatihan.
 
"Yang sudah ikut pelatihan banyak buka usaha batik sendiri, seperti di Kecamatan Saronggi, Bluto, Lenteng dan lainnya," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif