Pengurus Kelompok Ternak Mergo Andini Makmur, Desa Margokaton, Kecamatan Seyegan Mulyono di Sleman sedang mengurus sapi di kandang kelompok. (Foto: ANTARA/ Victorianus Sat Pranyoto)
Pengurus Kelompok Ternak Mergo Andini Makmur, Desa Margokaton, Kecamatan Seyegan Mulyono di Sleman sedang mengurus sapi di kandang kelompok. (Foto: ANTARA/ Victorianus Sat Pranyoto)

11.616 Ekor Ternak di Gunungkidul Diberi Vaksin

Nasional antraks
Antara • 21 Januari 2020 08:29
Gunungkidul: Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik terhadap 11.616 ekor hewan ternak di tiga kecamatan yang terpapar antraks.
 
"Fokus pemberian vaksin dan pemberian antibiotik supaya (antraks) tidak meluas," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto, melansir Antara, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Ia mengatakan pemberian antibiotik dibagi dalam dua zona, yakni zona merah dan zona kuning. Zona merah untuk Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, sapi sebanyak 579 ekor, dan kambing 1.458 ekor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian zona kuning Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, antibiotik dan vaksin diberikan terhadap 2.500 ekor sapi dan 2.000 ekor kambing. Kemudian di Desa Dapayu, Kecamatan Semanu, vaksin diberikan terhadap 335 ekor sapi dan 803 ekor kambing.
 
Zona kuning berikutnya Desa Semanu, dan Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu. Desa Semanu sebanyak 825 ekor sapi dan 1.805 ekor kambing. Desa Ngeposari sebanyak 552 ekor sapi dan 759 ekor kambing.
 
"Setelah dilakukan pemberian antibiotik dua minggu setelahnya baru diberikan vaksin. Setelah dua puluh hari dari pemberian vaksin, hewan baru boleh keluar dari lokasi endemik," jelas Bambang.
 
Ia mengatakan pihaknya juga mengajukan anggaran vaksin, obat-obatan, alat pelindung diri, termasuk Komunikasi Informasi Dan Edukasi (KIE). Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pengaturan lalu lintas ternak untuk mencegah hewan di lokasi endemik tidak keluar terlebih dahulu untuk sementara.
 
"Dari data sejak Desember, yang terpapar hanya di Dusun Ngrejek," katanya.
 
Bambang mengatakan DPP juga akan membangun kolam pembersihan yang berisi disinfektan di dua pasar hewan besar, yakni Siyono dan Semanu. Kolam tersebut diharapkan dapat meminimalisasi penyebaran bakteri antraks dan penyakit hewan lainnya.
 
"Kami sedang menyusun anggaran vaksin, nanti diajukan. Termasuk susun kebutuhan anggaran pembangunan kolam pembersihan di pasar hewan," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif