Direktur Jendral Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, di Jepara, Rabu, 22 Januari 2020. Medcom.id/ Rhobi Shani
Direktur Jendral Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, di Jepara, Rabu, 22 Januari 2020. Medcom.id/ Rhobi Shani

IKMA Kemenperin Bangun Material Center di Jepara

Nasional perindustrian
Rhobi Shani • 22 Januari 2020 19:24
Jepara: Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemperin) membangun material center di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Itu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri kecil dan menengah (IKM) furniture di Jepara.
 
Direktur Jendral IKMA Kemenperin, Gati Wibawaningsih, mengatakan konsep Material Center mencakup empat model bisnis yang dibutuhkan IKM. Yaitu, production planning inventory control (PPIC) dan jasa sewa permesinan secara kolektif. Kemudian model pengelolaan bahan baku standar dan pendukung. Serta model pengelolaan kegiatan logistik bagi IKM.
 
"IKM Furniture di Jepara mengalami beberapa kendala, salah satunya bahan baku. Akses bahan baku ini menjadi sangat penting karena tantangan bagi IKM adalah mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan spesifikasi pasar," kata Gati saat membuka diskusi pembangunan Material Center di Jepara, Rabu, 22 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Konsep Material Center ini sudah dimulai dengan kajian di tahun 2019. Pada awal tahun ini akan menyepakati bentuk pengelolaan dan kelembagaan Material Center, peran setiap stakeholder, dan rencana bisnis. Juga persiapan infrastruktur yang dibutuhkan.
 
"Harus ada kerjasama dan komitmen dari beberapa pihak agar program material center terwujud, baik dari Pemda Provinsi Jawa Tengah, Pemda Kabupaten Jepara, pihak penyedia jasa logistik, perbankan, koperasi, IKM dan pihak terkait lainnya," jelas Gati.
 
Gati menjelaskan bahwa IKM memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), di Indonesia terdapat sekitar 4,5 Juta IKM. Penyerapan tenaga kerja sebanyak 11 juta pekerja yang tersebar di 7.437 sentra di Indonesia.
 
Saat ini pemerintah terus berupaya untuk memperkuat daya saing IKM nasional dengan mendorong peningkatan ekspor. Sehingga itu akan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Muaranya pada penguatan perekonomian nasional. Dalam upaya tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas yang dapat diakses oleh dunia industri.
 
"Upaya itu diantaranya pembentukan Material Center, restrukturisasi mesin dan peralatan, sertifikasi, pelatihan pemasaran online melalui esmart IKM dan informasi akses pembiayaan," pungkas Gati.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif