Salah satu titik wilayah di Desa Poncosari, Bantul yang sudah terpasang papan petunjuk evakuasi. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Salah satu titik wilayah di Desa Poncosari, Bantul yang sudah terpasang papan petunjuk evakuasi. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

40 Desa di DIY Rawan Bencana Tsunami

Nasional tsunami Mitigasi Bencana
Ahmad Mustaqim • 24 September 2019 16:20
Yogyakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis 40 desa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berada di kawasan rawan bencana tsunami. Desa tersebut tersebar di sepanjang kawasan selatan Yogyakarta.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan sepanjang wilayah selatan Kabupaten Gunungkidul memang rawan bencana, salah satunya tsunami. Namun masyarakat desa yang masuk daftar tersebut sudah diberi edukasi.
 
"Wilayah pantai desanya sebagian besar sudah menjadi desa tangguh (bencana)," kata Edi saat dihubungi Medcom.id kepada Selasa, 24 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di Kabupaten Gunungkidul ada sebanyak 18 desa yang tersebar di berbagai kecamatan. Misalnya di Kecamatan Girisubo meliputi Desa Balong, Jepitu, Tileng, Pucung, dan Songbanyu. Kecamatan Panggang ada Desa Giriwungu, dan Girikarto.
 
Lalu Kecamatan Purwosari meliputi Desa Girijati, Giricahyo, dan Giripurwo. Adapun Kecamatan Saptosari melingkupi Desa Krambil Sawit dan Kanigoro. Kemudian, Kecamatan Tanjungsari ada Desa Kemadang, Banjarejo, dan Ngestirejo. Terakhir, Kecamatan Tepus terdapat Desa Sidoharjo, Tepus, dan Purwodadi.
 
Di Kabupaten Bantul ada sebanyak sembilan desa. Sembilan desa ini masuk di dalam tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kretek (Desa Tirtohargo, Parangtritis, dan Donotirto); Kecamatan Sanden (Desa Gadingsari, Gadingharjo, dan Srigading); serta Kecamatan Srandakan (Desa Poncosari dan Srimurti).
 
Sementara, di Kabupaten Kulon Progo total ada13 desa. Meliputi Kecamatan Galur ada Desa Karangsewu, Banjaran, Kranggan, dan Brosot. Kecamatan Lendah terdapat Desa Jatirejo. Kecamatan Panjatan ada tiga desa, yakni Desa Garongan, Pleret, dan Bugel. Terakhir, Kecamatan Temon ada Desa Jangkaran, Sindutan, Palihan, Glagah, dan Karangwuni yang masuk Kecamatan Wates.
 
Edi menjelaskan belum lama ini BNPB bersama pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi kebencanaan. Sosialisasi itu dilakukan dengan tajuk ekspedisi destana atau desa tangguh bencana tsunami.
 
"Kami juga sudah memasang petunjuk evakuasi, terlebih untuk desa yang masuk kategori destana," jelas Edi.
 
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Ariadi menambahkan, di wilayahnya memang rawan bencana gempa dan tsunami. Khusus tsunami, memang berada di bagian selatan pesisir pantai.
 
"Kami juga udah sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana, termasuk adanya destana. Tetapi, memang harus terus ada pemberdayaan yang baik dari pemerintah desa sampai provinsi dan pusat," kata Ariadi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif