Kobaran api membakar hutan pinus di lereng bagian timur Gunung Slamet pada petak 58a, terlihat dari Desa Serang, Karang Reja, Purbalingga, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Idhad Zakaria)
Kobaran api membakar hutan pinus di lereng bagian timur Gunung Slamet pada petak 58a, terlihat dari Desa Serang, Karang Reja, Purbalingga, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Idhad Zakaria)

Api di Gunung Slamet Belum Padam

Nasional kebakaran gunung
Liliek Dharmawan • 22 September 2019 16:24
Purwokerto: Tim gabungan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perhutani, relawan, dan masyarakat terus berupaya memadamkan serta mencegah meluasnya kebakaran di lereng barat dan Selatan Gunung Slamet. Lima tim dikerahkan menjangkau titik api yang berada di ketinggian sekitar 2.000 meter diatas permukaan laut (mdpl).
 
"Lokasinya cukup jauh dengan topografi yang cukup berat. Tim harus turun lembah hingga 200 meter, kemudian naik lagi untuk menjangkau lokasi yang berdekatan dengan titik api," ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Ariono Poerwanto, Minggu, 22 September 2019.
 
Ariono mengatakan tim melakukan penyekatan berupa pembuatan parit seluas empat meter agar api tak meluas. Dijelaskannya, kebakaran di Gunung Slamet atau yang tepat berada di wilayah Banyumas terjadi karena ada rembetan dari Brebes, Jawa Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebakaran di wilayah Banyumas diperkirakan telah mencapai 15 hektare kawasan hutan lindung. "Selain kendala medan berat, di lokasi kebakaran juga tidak ada sumber mata air," ungkapnya.
 
Bupati Banyumas Achmad Husein sebelumnya menyebut pihaknya bersama seluruh elemen masyarakat telah bergerak menuju titik api di lereng sebelah barat Gunung Slamet yang masuk wilayah Banyumas.
 
"Semuanya berusaha untuk melakukan pemadaman dan pencegahan agar api tidak semakin meluas. Tim sudah bergerak mulai Jumat (20 September 2019) hingga hari ini," kata Achmad.
 
Sementara itu, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0701 Banyumas Letkol Inf Chandra mengungkapkan untuk menuju ke lokasi kebakaran tim menemui kendala. Salah satu kendala adalah jauhnya jarak titik kebakaran hutan yang berada di kawasan hutan lindung.
 
"Kalau perjalanan dari posko di Kebun Raya Baturraden sekitar 8 jam. Sehingga membutuhkan fisik yang prima untuk sampai ke sana. Di lokasi dekat kebakaran, para petugas gabungan bakal membuat penyekat yakni tanah yang dilubangi selebar 4 meter. Dengan harapan, api tidak akan menyebar," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif