Banda Aceh: Satuan tugas (Satgas) penanganan covid-19 Aceh menyatakan pemakaian tempat tidur rumah sakit di Aceh relatif rendah. Hal tersebut terjadi karena penderita covid-19 di Aceh umumnya tidak menunjukkan gejala berat atau Orang Tanpa Gejala (OTG).
"Pasien covid-19 yang mengisi tempat tidur rumah sakit rujukan hanya sekitar 16% dari kapasitas yang tersedia," kata Juru bicara satgas penanganan covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Sabtu, 13 Februari 2021.
Baca: Pasien Covid-19 Sembuh di Babel Bertambah 151 0rang
Saifullah mengatakan kapasitas tempat tidur rumah sakit rujukan yang dipersiapkan untuk penderita covid-19 di seluruh Aceh mencapai 744 tempat tidur. Sedangkan Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, sebagai rumah sakit rujukan utama menyediakan 93 tempat tidur.
"Sisanya, sebanyak 651 tempat tidur tersebar di RSUD kabupaten/kota," jelasnya.
Sementara pasien covid-19 yang mengisi tempat tidur RS saat ini hanya 76 atau 16% dari kapasitas yang tersedia. Sedangkan, pasien covid-19 yang memiliki gejala berat dirawat di ruang intensive care unit (ICU) sebanyak lima orang.
"Dan 71 penderita lainnya gejala sedang ditempatkan di ruang perawatan isolasi," ungkap Saifullah.
Menurut Saifullah rendahnya penggunaan tempat tidur di rumah sakit merupakan kabar baik di tengah pandemi covid-19 saat ini. Hal itu mencerminkan rendahnya kasus covid-19 dengan gejala sedang dan berat di Aceh.
"Bagi OTG yang melakukan isolasi mandiri di luar rumah RS wajib melakukan isolasi mandiri secara disiplin sesuai petunjuk tenaga medis yang merawatnya. Apabila mereka tidak disiplin dan berkeluyuran, itu dapat menjadi ancaman bagi masyarakat di sekitarnya," ujarnya.
Banda Aceh: Satuan tugas (Satgas) penanganan covid-19 Aceh menyatakan pemakaian tempat tidur rumah sakit di Aceh relatif rendah. Hal tersebut terjadi karena penderita
covid-19 di Aceh umumnya tidak menunjukkan gejala berat atau Orang Tanpa Gejala (OTG).
"Pasien covid-19 yang mengisi tempat tidur rumah sakit rujukan hanya sekitar 16% dari kapasitas yang tersedia," kata Juru bicara satgas penanganan covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Sabtu, 13 Februari 2021.
Baca:
Pasien Covid-19 Sembuh di Babel Bertambah 151 0rang
Saifullah mengatakan kapasitas tempat tidur rumah sakit rujukan yang dipersiapkan untuk penderita covid-19 di seluruh Aceh mencapai 744 tempat tidur. Sedangkan Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, sebagai rumah sakit rujukan utama menyediakan 93 tempat tidur.
"Sisanya, sebanyak 651 tempat tidur tersebar di RSUD kabupaten/kota," jelasnya.
Sementara pasien covid-19 yang mengisi tempat tidur RS saat ini hanya 76 atau 16% dari kapasitas yang tersedia. Sedangkan, pasien covid-19 yang memiliki gejala berat dirawat di ruang intensive care unit (ICU) sebanyak lima orang.
"Dan 71 penderita lainnya gejala sedang ditempatkan di ruang perawatan isolasi," ungkap Saifullah.
Menurut Saifullah rendahnya penggunaan tempat tidur di rumah sakit merupakan kabar baik di tengah pandemi covid-19 saat ini. Hal itu mencerminkan rendahnya kasus covid-19 dengan gejala sedang dan berat di Aceh.
"Bagi OTG yang melakukan isolasi mandiri di luar rumah RS wajib melakukan isolasi mandiri secara disiplin sesuai petunjuk tenaga medis yang merawatnya. Apabila mereka tidak disiplin dan berkeluyuran, itu dapat menjadi ancaman bagi masyarakat di sekitarnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)