Foto Petugas memberikan vaksin kepada sapi yang sehat di Kabupaten Probolinggo. ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo
Foto Petugas memberikan vaksin kepada sapi yang sehat di Kabupaten Probolinggo. ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Probolinggo

Ribuan Sapi di Probolinggo Divaksin PMK Menjelang Iduladha

Antara • 03 Juli 2022 22:21
Probolinggo: Ribuan ekor sapi yang sehat di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mendapat vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) menjelang Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah.
 
"Untuk program vaksin PMK itu, kami mendapatkan alokasi vaksin dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sebanyak 9.000 dosis," kata Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Nikolas Nuryulianto, di kabupaten setempat, Minggu, 3 Juli 2022.
 
Baca: Stok Vaksin PMK di Padang Habis

Hingga 1 Juli 2022 tercatat jumlah sapi sehat yang sudah diberikan vaksin PMK sebanyak 3.441 dosis dan Pemkab Probolinggo diberikan target untuk melakukan vaksinasi PMK pada ternak sapi yang sehat sebanyak 4.624 ekor hingga 7 Juli 2022.
 
"Pelaksanaan vaksinasi PMK itu dilakukan berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 jo UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, lanjut dia, Surat Edaran Menteri Pertanian Nomor 01/SE/PK.300/M/5/2022 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Ternak dan SE Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nomor 05254/SE/PK.300/F/05/2022 tentang Petunjuk Teknis Pengamatan dan Pengidentifikasian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
 
Keputusan Menteri Pertanian Nomor 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot And Mouth Disease) serta Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/362/KPTS/013/2022 tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Penyakit Mulut dan Kuku (Foot And Mouth Disease).
 
"Saya berharap masyarakat ikut berpartisipasi dalam program vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan PMK, sehingga peternak dan dokter hewan/petugas teknis peternakan harus bekerja sama dalam menjaga kesehatan ternak," ungkapnya.
 
Nikolas mengatakan penanganan PMK itu bukan hanya tanggung jawab dokter hewan/petugas teknis peternakan semata, namun masyarakat pun harus peduli untuk menjaga asupan pakan dan higienis sanitasi agar PMK bisa diatasi.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif