Tradisi ini berupaya menghadirkan dan mengajarkan nilai indah syarat makna lewat kirab disertai pembagian nasi tumpeng serta jajanan. Metro TV
Tradisi ini berupaya menghadirkan dan mengajarkan nilai indah syarat makna lewat kirab disertai pembagian nasi tumpeng serta jajanan. Metro TV

Newsline

Malam Selikuran, Tradisi Peringatan Lailatul Qadar Keraton Surakarta

Nasional islam jawa tengah Ramadan 2022 Lailatul Qadar
MetroTV • 25 April 2022 18:10
Surakarta: Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kota Surakarta, Jawa Tengah, menggelar tradisi tahunan Malam Selikuran atau malam ke-21 Ramadan. Tradisi peringatan turunnya wahyu saat malam lailatul qadar ini merupakan tradisi yang telah berusia sejak zaman Pakubuwono IV bertahta.
 
Malam Selikuran merupakan akulturasi budaya Jawa dan Islam. Tradisi ini berupaya menghadirkan dan mengajarkan nilai indah syarat makna lewat kirab disertai pembagian nasi tumpeng serta jajanan .
 
“Dapet nasi tumpeng yang di dalamnya ada telur puyuh sama kedelai hitam, jajanannya ada wajik, sawo, dan apem. Saya tujuh tahun di sini selalu mengikuti Malam Selikuran ini,” ujar salah satu peserta, Avoni Nursiam, dalam tayangan Newsline di Metro TV pada Senin, 25 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rombongan kirab berangkat dari keraton harus membawa lampu ting atau lampu tradisional Jawa yang bermakna “Sinar Terang Seribu Bulan". Lampu ini menghiasi perjalanan mereka dari Kamandungan Keraton Surakarta menuju Masjid Agung Keraton Surakarta. 
 
Rombongan kirab membawa ancak cantaka, wadah-wadah berisi nasi tumpeng, telur puyuh, serta kedelai hitam yang dibagikan kepada warga. Nasi "tumpeng sewu" atau "tumpeng seribu" bermakna rasa syukur kepada Tuhan atas segala limpahan nikmatnya saat Ramadan. (Leres Anbara)
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif