Ilustrasi kekeringan akibat kemarau (ANTARA/Istimewa)
Ilustrasi kekeringan akibat kemarau (ANTARA/Istimewa)

BMKG Sebut Beberapa Daerah di Jatim Kekeringan Ekstrem

Nasional kemarau dan kekeringan Krisis Air Bersih
Amaluddin • 02 September 2021 15:41
Surabaya: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut beberapa wilayah di Jawa Timur mengalami kekeringan ekstrem. Kondisi ini terjadi pada puncak kemarau sejak Agustus-September 2021.
 
"Daerah yang mengalami kekeringan ekstrem artinya tiada hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari," kata Kepala Stasiun Klimatologi Malang, Anung Suprayitno, saat zoom BMKG Jatim, Kamis, 2 September 2021.
 
Baca: Ditangkap Polisi, Coki Pardede Masih Diperiksa Terkait Sabu

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan beberapa daerah yang kekeringan ekstrem yaitu, Kabupaten Nganjuk, Kediri, Madiun, Surabaya, Probolinggo, Bondowoso, Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. Selain itu juga ada beberapa daerah mendapat peringatan dini kekeringan meteorologis kategori awas.
 
"Misalnya wilayah Surabaya, Bondowoso Situbondo, Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep," jelasnya.
 
Meski musim kemarau dalam beberapa dasarian dijumpai hujan, kondisi yang terjadi saat ini mengakibatkan suhu laut hangat yang berdampak munculnya MJO, Eq ROSSBY berpotensi pada penambahan uap air pada musim kemarau 2021.
 
"Sedangkan ENSO-IOD atau El Nino Southern Oscillation - India Ocean Dipole, diprakirakan dalam kondisi netral dan berpeluang La Nina pada 2021," ungkapnya.
 
Anung memperkirakan awal musim hujan akan terjadi pada Oktober, meliputi 28 zona musim dan November 29 zona musim. Jatim sendiri memiliki 60 daerah zona musim. "Dibandingkan normalnya, awal musim hujan diprakirakan maju lebih awal 33 zona musim," bebernya.
 
Menurut Anung sifat musim hujan diprakirakan normal meliputi 39 zona musim dan yang di atas zona normal mencapai 21 zona musim. Kemudian puncak musim hujan diprediksi pada Januari 2022, meliputi 50 zona musim. "Merujuk itu, maka tidak perlu dilakukan modifikasi cuaca hujan buatan," ujarnya.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif