Pendaki melintasi bebatuan yang berada di puncak Gunung Arjuno, Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (24/4/2016). Foto: Antara/Zabur Karuru (M Yakub)
Pendaki melintasi bebatuan yang berada di puncak Gunung Arjuno, Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (24/4/2016). Foto: Antara/Zabur Karuru (M Yakub)

Kronologi 3 Pendaki Meninggal di Gunung Bawakaraeng

Muhammad Syawaluddin • 18 Agustus 2021 23:03
Makassar: Tim SAR gabungan saat ini masih mencari satu dari tiga pendaki yang meninggal di Gunung Bawakaraeng. Korban diketahui meninggal setelah mengalami hipotermia saat akan turun dari gunung yang berada di Kabupaten Gowa itu.
 
Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Hasan Fadli, mengatakan peristiwa tersebut berawal pada 14 Agustus 2021. Kedelapan pemuda ini berencana ikut upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-76 di puncak Gunung Bawakaraeng.
 
Sekitar pukul 22.00 Wita mereka tiba di Kota Malino, kemudian melanjutkan perjalanan ke Lembanna. Hanya saja di sana ada pos penyekatan, sehingga kedelapan pemuda ini membatalkan perjalanan ke Gunung Bawakaraeng dan kembali ke Malino.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kedelapan itu pemuda membatalkan perjalanan lalu kembali ke Malino dan beristirahat di Masji Nurul Hidayah," kata Hasan saat dikonfirmasi, Rabu, 18 Agustus 2021.
 
Baca: Korban Meninggal di Gunung Bawakaraeng Jadi Tiga Orang
 
Hanya saja sekitar pukul 02.30 Wita salah seorang kenalan dari delapan orang ini kemudian menelepon dan menginformasikan bahwa saat itu penjaga di pos penyekatan sudah tidak ada sehingga mereka kembali menuju ke Lembanna dan menerobos pos.
 
"Kemudian ditanggal 15 Agustus 2021 mereka berangkat menuju puncak, namun karena cuaca tidak mendukung mereka bermalam di pos 8 karena  badai," jelasnya.
 
Keesokan harinya mereka kemudian naik ke puncak Gunung Bawakaraeng dengan. Hanya saja cuaca ektrim membuat mereka tidak bisa berlama-lama di puncak dan memutuskan untuk turun.
 
Mereka tidak lagi bisa bermalam lantaran bahan makanan sudah tidak ada. Sehingga mereka memutuskan untuk langsung turun ke Lembanna. Tapi di tengah perjalanan mereka kelelahan dan mulai terpisah satu sama lain.
 
"Jadi di pos 7 di situ, sudah mulai terpisah-pisah. Terbagi jadi beberapa kelompok," jelasnya.
 
Sehingga Steven tidak lagi dilihat oleh temannya. Steven diketahui meninggal setelah pendaki lain melintas dan melihat kondisi mahasiswa akhir itu sudah tidak bernyawa di pos 7. Lalu kemudian menginformasikan hal itu ke pos Basarnas.
 
Tim yang mendapat informasi langsung menuju ke lokasi kemudian mengevakuasi Steven dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Sementara yang lainnya hanya bisa melihat Rian (belum ditemukan) sudah tidak bernyawa saat berada di antara pos 6 dan 5.
 
"Rian sudah tidak bernyawa, akhirnya putuskan meninggalkan temannya di bebatuann dan pohon ditutupi jaket warna hitam di pos 6 dan 5," ungkapnya.
 
Tim SAR yang mendapat informasi tentang ada pendaki yang meninggal di antara pos 5 dan 6 kemudian naik dan berhasil mengevakuasi Zainal (sebelumnya disebut Rian) di sekitar pos 5 Gunung Bawakaraeng.
 
"Kemudian tim SAR menyisir tujuannya Rian, buka Zainal, kemudian tim mendapatkan Zainal tergeletak dipinggir jalan sekitar pos 6 menghampiri pos 5," bebernya.
 
Hingga saat ini Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban Rian. Tim juga membawa serta teman korban yang selamat untuk memberitahu lokasi pasti mereka meninggalkan Rian.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif