Ilustrasi bawang putih - ANT/Arista Romadhoni
Ilustrasi bawang putih - ANT/Arista Romadhoni

Ganjar Minta Keran Impor Bawang Putih Dibuka

Nasional Impor Bawang Putih Impor Tiongkok
Mustholih • 10 Februari 2020 12:48
Semarang: Harga bawang putih di Provinsi Jawa Tengah melambung. Pembatasan impor produk Tiongkok diduga menjadi penyebab utama naiknya harga bawang putih menjadi Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram di Jateng.
 
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendesak Pemerintah Pusat segera membuka keran impor bawang putih. Ganjar mengatakan India bisa menjadi alternatif negara pengimpor bawang putih, selain Tiongkok.
 
"Meskipun secara kualitas masih di bawah bawang putih Tiongkok. Kemarin, saya sudah telepon Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian. Mudah-mudahan dari Pusat bisa lebih cepat untuk melakukan impor karena kita kurang," kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 10 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bawang putih langka di Jateng karena Indonesia memutuskan menghentikan sementara impor bawang putih dari Tiongkok. Langkah itu dilakukan mengantisipasi masuknya virus korona ke Tanah Air.
 
"Padahal, sampai saat ini, 95 persen pasokan bawang putih di Jawa Tengah bergantung impor dari Tiongkok," jelas Ganjar.
 
Ganjar menilai bawang putih harus menjadi komoditas prioritas. Dia mengatakan pembatasan impor bawang putih harus bisa dimanfaatkan.
 
"Ini momentum buat pertanian kita khususnya bawang. Musibah ini harus kita cari berkahnya. Berkahnya apa, kita mesti berdikari," jelas Ganjar.
 
Ganjar mengungkap Jateng memiliki 2.573 hektare (ha) lahan bawang putih tersebar di Tawangmangu, Sindoro Sumbing, dan Tegal. Lahan itu mampu memproduksi bawang putih 195.472 kg.
 
"Harus ada crash program (percepatan) untuk meningkatkan produksi ini," tandasnya.
 

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif