Bawang putih impor asal negeri China terlihat di Pasar Keputran Surabaya, Jumat (14/6). (Antara Jatim/ Zabur Karuru)
Bawang putih impor asal negeri China terlihat di Pasar Keputran Surabaya, Jumat (14/6). (Antara Jatim/ Zabur Karuru)

Jatim Genjot Perluasan Lahan Bawang Putih

Nasional Bawang Putih
Antara • 13 Februari 2020 20:44
Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggenjot perluasan lahan tanam bawang putih untuk mencapai swasembada. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistyo, mengatakan lokasi perluasan ada di beberapa daerah.
 
"Di Jatim ada potensi perluasan lahan seluas 8.651 hektare, lokasinya tersebar di Probolinggo, Pasuruan, Banyuwangi, Malang, Lumajang, Kota Batu, Mojokerto serta Magetan," kata Hadi di Surabaya, Kamis, 13 Februari 2020.
 
Hadi mengatakan untuk tahun ini perluasan lahan rencananya dilakukan di Banyuwangi 170 hektare, Malang 250 hektare, Probolinggo 75 hektare, Batu 50 hektare, Bondowoso 1.000 hektare dan Probolinggo 1 hektare.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Hadi varietas bawang yang akan ditanam dan dikembangkan di wilayah perluasan lahan itu masing-masing varietas Lumbu Hijau, varietas Lumbu Kuning dan varietas Temanggung.
 
Sementara itu sasaran produksi tanaman bawang putih di Jawa Timur tahun ini ditargetkan bisa mencapai 8.211 ton, atau meningkat dibandingkan realisasi produksi 2019 yang hanya 6.935 ton.
 
"Namun demikian tingkat konsumsi masyarakat di Jatim untuk komoditas bawang putih masih cukup tinggi, yakni mencapai 62.880 ton, artinya masih defisit 55.927 ton," jelas Hadi.
 
Sementara itu produksi bawang putih lokal, diakui masih belum maksimal, karena konsumen lebih menyukai bawang putih impor yang memiliki ukuran lebih besar.
 
"Selain itu dari sisi harga, bawang putih impor hanya sekitar Rp15.000/kg, sementara bawang putih lokal mencapai Rp50.000/kg," ungkap Hadi.
 
Menurut Hadi mahalnya bawang putih lokal karena harga benihnya juga mahal mencapai Rp65.000/kg, sementara ketersediaan benih juga terbatas. "Bawang putih ini juga merupakan tanaman subtropis sehingga dibutuhkan kondisi agroklimat khusus dan jadwal tanam yang tepat agar produktivitas optimal," pungkas Hadi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif