Bentang utama jembatan Holtekamp telah berada di lokasi pengerjaan proyek Multi Years, Hamadi-Holtekamp, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (13/1) - ANT/	INDRAYADI TH
Bentang utama jembatan Holtekamp telah berada di lokasi pengerjaan proyek Multi Years, Hamadi-Holtekamp, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (13/1) - ANT/ INDRAYADI TH

Bentang Tengah Jembatan Holtekamp di Papua Terpasang

Ilham wibowo • 23 Februari 2018 05:27
Jayapura: Pembangunan proyek Jembatan Holtekamp di Teluk Hamadi, Jayapura Papua kini dilanjutkaan, setelah sebelumnya mengikuti instruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk moratorium atau menghentikan sementara pengerjaannya.
 
Proyek infrastruktur nasional di Papua telah menjalankan instruksi moratorium atau penghentian sementara dari . Proyek pengerjaan Jembatan Holtekamp di Teluk Hamadi, Kota Jayapura, Provinsi Papua itu kini bisa dilanjutkan. 
 
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, pengerjaan Jembatan Holtekamp telah melalui kewajiban yang diminta Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) dan Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan (KKJTJ) terhadap desain, metode kerja, sumber daya manusia dan peralatan. Kelanjutan proyek pun ditandai dengan pengangkatan bentang tengah jembatan dengan bobot mencapai 2.000 ton.

Proses pengangkatan bentang tengah jembatan ini merupakan kegiatan konstruksi pertama yang dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap pemenuhan ketentuan keamanan dan keselamatan konstruksi. Arie yang juga Kepala Sub Komite Jalan dan Jembatan KKK ini meninjau langsung pengerjaan terebut didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga. 
 
"Kami lakukan pengecekan ulang seluruhnya secara detil dan Alhamdulillah mendapat persetujuan. Proses pengangkatan yang semula direncanakan jam 08.00 WIT mundur menjadi hampir jam 14.00 WIT (Kamis, 22 Februari 2018),” kata Arie melalui keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jum'at 23 Februari 2018. 
 
Pengangkatan bentang tengah pertama jembatan ini membutuhkan waktu satu minggu dan dilanjutkan dengan pengangkatan bentang tengah jembatan yang kedua. Arie pun meminta agar pada pengangkatan yang kedua, dapat dihadiri oleh para insinyur muda Kementerian PUPR lainnya sebagai sarana belajar bersama. 
 
Setelah kedua bentang tengah tersebut terangkat, nantinya akan dilakukan penyambungan dan pengelasan yang membutuhkan waktu selama 4 hari. Kemudian pengerjaan dilanjutkan dengan pemasangan bondek untuk plat lantai, pemasangan bearing, pembesian dan pengecoran lantai jembatan yang ditargetkan selesai Juni 2018. 
 
Bentang tengah Jembatan Holtekamp ini sebelumnya telah menempuh perjalanan sejauh 3.200 km dengan waktu tempuh 19 hari dari Surabaya  karena diproduksi di PT. PAL Indonesia. Kehadiran Jembatan Holtekamp dengan total panjang 732 meter tersebut akan memangkas waktu tempuh pengguna jalan dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit. 
 
Selain itu, proyek infrastruktur nasional ini juga akan mendorong pengembangan kawasan pertumbuhan baru, menumbuhkan sektor pariwisata dan sebagai ikon baru kebanggan Indonesia khususnya Papua. Pembangunan proyek ini dilakukan oleh konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya dengan biaya Rp 1,7 triliun. 
 
Direktur Jembatan Kementerian PUPR Iwan Zarkasi menuturkan, aspek inovasi menjadi nilai lebih dari pembangunan Jembatan Holtekamp. Semula, kata dia jembatan akan dibangun dengan menggunakan cablestay.  Namun karena keterbatasan luasan lahan tempat kerjanya dan keterbatasan peralatan pada pelaksanaannya mengalami perubahan dengan memproduksinya di PT. PAL Indonesia di Surabaya. 
 
"Hasilnya penyelesaian bentang tengah jembatan lebih cepat dan selain itu cara tersebut juga mengurangi dampak lingkungan terhadap laut bila dibandingkan pengerjaan dengan cara biasa dengan penggunaan tower sementara atau perancah yang dapat menimbulkan pencemaran," tutur Iwan. 
 
Pengiriman bentang tengah jembatan dengan panjang 112 meter tersebut diganjar dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut yakni rekor pengiriman jembatan rangka baja utuh dengan jarak terjauh dan rekor pemasangan jembatan rangka baja utuh terpanjang. 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SCI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>