Pilot perempuan asal Afganistan, Shaesta Waiz, bertekat mengelilingi dunia menggunakan pesawat Beechcraft A36 Bonanza selama 90 hari -- MTVN/Raiza Andini
Pilot perempuan asal Afganistan, Shaesta Waiz, bertekat mengelilingi dunia menggunakan pesawat Beechcraft A36 Bonanza selama 90 hari -- MTVN/Raiza Andini

Pilot Wanita Asal Afganistan Keliling Dunia Seorang Diri

Raiza Andini • 16 Agustus 2017 17:18
medcom.id, Denpasar: Pilot perempuan asal Afganistan bertekat mengelilingi dunia menggunakan pesawat Beechcraft A36 Bonanza selama 90 hari. Setelah menempuh penerbangan sepanjang 12.861 mil laut sejak meninggalkan Bandara Internasional Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat, pada 13 Mei 2017, Shaesta Waiz, mendarat di Pulau Dewata Bali pada Selasa malam, 15 Agustus 2017.
 
Wanita cantik itu berkeliling dunia sendirian tanpa dibantu awak pesawat. Waiz mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai pada pukul 20.00 WITA, setelah sebelumnya singgah di Batam.
 
"Ini suatu kehormatan bisa tiba di Bali, saya terbang berkeliling dunia sendiri untuk menginspirasi para anak muda tentang menjadi pilot mendalami pengetahuan, teknik, dan juga matematika," kata Waiz di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Tuban, Bali, Rabu 16 Agustus 2017.

Menurut Waiz, ia telah mengelilingi Benua Amerika, Eropa hingga Asia. Bali adalah tujuan akhir dari perjalanannya.
 
Waiz berkisah, perjalanannya keliling dunia direncanakan sejak tiga tahun lalu. Saat itu, ia bertemu seseorang dari Dreams Soar yang menceritakan pengalamannya mengelilingi dunia menggunakan pesawat.
 
"Ini perjalanan yang sangat jauh. Saya melintasi Alaska, pergi ke Rusia, Tiongkok, Vietnam, Singapura, dan terakhir Bali. Bali adalah tempat paling spesial bagi saya," tambahnya.
 
Setelah Bali, pada Kamis pukul 07.00 WITA, perempuan berparas ayu dengan rambut lurus melebihi bahu ini dijadwalkan melanjutkan penerbangannya sepanjang 953 mil laut menuju Darwin, Australia Utara.
 
Dari Darwin, sesuai jadwal rute penerbangannya yang dipublikasi situs resmi Dreams Soar Inc, organisasi yang dia dirikan, dia akan menyinggahi Kota Cairns, Australia, sebelum bertolak ke Bandara Magenta, Kaledonia Baru, yang berjarak 1.215 mil laut.
 
Kemudian ia melanjutkannya dengan perjalanan pulang ke Amerika Serikat dan menyusun laporan perjalanan keliling dunianya untuk mendapatkan gelar master penerbangan yang sedang ditempuhnya.
 
"Suatu saat nanti, saya akan kembali ke Bali," ujarnya.
 
Di antara banyak negara yang disinggahi, Waiz mengaku paling senang berada di Indonesia. Bahkan, hanya di Indonesia dia singgah di dua tempat, yaitu Batam dan Bali.
 
Total jarak penerbangan solo Waiz untuk mengelilingi lima benua seorang diri dengan menyinggahi 18 negara selama 90 hari itu mencapai sekitar 25.000 mil laut.
 
Selain Amerika Serikat, dia singgah di Kanada, Portugal, Spanyol, Italia, Yunani, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, Oman, India, Sri Lanka, Thailand, Singapura, Bali, Australia, Kaledonia Baru, Samoa Amerika, dan Kiribati.
 
Ada pun kota-kota Amerika Serikat yang dia darati dalam misi penerbangannya itu antara lain Columbus (Ohio), Grand Rapids (Michigan), Hilo (Hawaii), El Cajon (California), Phoenix (Arizona), Kansas (Cincinnati), Washington DC, Atlanta (Georgia), dan Mobile (Alabama). 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NIN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan