Bogor: Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut peran keluarga khususnya orang tua menjadi ujung tombak untuk mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Layak Anak (KLA). Keluarga dinilai sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam perkembangan anak.
"Peran mereka (keluarga) memberikan sumbangsih besar dalam ketahanan keluarga dan mewujudkan Kota Bogor sebagai KLA," kata Bima saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 30 Agustus 2019.
Bima menjelaskan untuk mencapai predikat KLA, kota dan kabupaten di Indonesia harus melewati empat kategori terlebih dahulu. Yaitu, Pratama, Madya, Nindya dan Utama baru KLA.
Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mewujudkan KLA intinya dengan membangun sistem. Predikat yang diterima Kota Bogor terkait KLA bukan berarti zero case.
Lebih lanjut yang membedakan kota atau kabupaten dalam mewujudkan KLA dengan membedakan sistemnya itu sendiri. Jadi ada mekanisme penyelesaian kasus khusus anak.
"Ada antisipasi preventif, preemtif dan promotif. Selain itu juga membangun pendekatan integrated yang komprehensif terkait hak anak," jelas Bima.
Menurut Bima dengan sistem yang dibuat ini diharapkan keluarga bisa memahami hak anak, kemudian aparat paham apa yang harus dikerjakan jika terjadi pelanggaran maupun kasus kepada anak.
"Sistem ini nantinya bisa kuat dari hulu ke hilir, kita ingin bangun sistem, buka hanya sekedar paham definisi hak anak dan penanganannya, tapi juga pemahaman secara keseluruhan mulai dari hak yang dasar," pungkas Bima.
Bogor: Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut peran keluarga khususnya orang tua menjadi ujung tombak untuk mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Layak Anak (KLA). Keluarga dinilai sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam perkembangan anak.
"Peran mereka (keluarga) memberikan sumbangsih besar dalam ketahanan keluarga dan mewujudkan Kota Bogor sebagai KLA," kata Bima saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 30 Agustus 2019.
Bima menjelaskan untuk mencapai predikat KLA, kota dan kabupaten di Indonesia harus melewati empat kategori terlebih dahulu. Yaitu, Pratama, Madya, Nindya dan Utama baru KLA.
Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mewujudkan KLA intinya dengan membangun sistem. Predikat yang diterima Kota Bogor terkait KLA bukan berarti zero case.
Lebih lanjut yang membedakan kota atau kabupaten dalam mewujudkan KLA dengan membedakan sistemnya itu sendiri. Jadi ada mekanisme penyelesaian kasus khusus anak.
"Ada antisipasi preventif, preemtif dan promotif. Selain itu juga membangun pendekatan integrated yang komprehensif terkait hak anak," jelas Bima.
Menurut Bima dengan sistem yang dibuat ini diharapkan keluarga bisa memahami hak anak, kemudian aparat paham apa yang harus dikerjakan jika terjadi pelanggaran maupun kasus kepada anak.
"Sistem ini nantinya bisa kuat dari hulu ke hilir, kita ingin bangun sistem, buka hanya sekedar paham definisi hak anak dan penanganannya, tapi juga pemahaman secara keseluruhan mulai dari hak yang dasar," pungkas Bima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)