Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

TKI Asal Trenggalek Terancam Vonis Mati di Malaysia

Nasional tki Hukuman Mati
Antara • 08 Januari 2020 18:56
Trenggalek: Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terancam hukuman mati di Malaysia. TKI berinisial LS itu didakwa melakukan pembunuhan.
 
"Kabar itu memang betul adanya. Salah satu warga Trenggalek, perempuan, terancam hukuman mati di Malaysia karena membunuh bayinya sendiri," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Trenggalek, Nanang Budiaharto, melansir Antara, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Nanang enggan memerinci nama dan alamat buruh migran yang dimaksud dengan alasan melindungi privasi keluarga. Juga karena menjaga 'suasana' seiring proses hukum yang masih berjalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia hanya memastikan Pemkab Trenggalek tetap mengadvokasi dan bersurat ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Baru, Malaysia, guna menjamin LS mendapat perlindungan hukum dan keringanan hukuman.
 
Menurut Nanang, surat resmi yang dilayangkan Pemkab Trenggalek telah dijawab oleh KJRI di Johor Baru, Malaysia, dan diterangkan bahwa LS telah didampingi kantor hukum di Malaysia, Go IN Azzuro.
 
"LS telah didampingi kantor hukum di Malaysia, Go IN Azzuro, dan secara otomatis tanpa dikenai biaya. Kantor hukum tersebut juga siap mendampingi secara hukum maupun kekonsuleran," jelas dia.
 
LS merupakan perempuan muda asal Tugu, Trenggalek. Dia, kata Nanang, berangkat kerja ke Malaysia sebagai buruh migran secara legal. LS berangkat pada 2016 dengan masa kontrak tiga tahun melalui lembaga tenaga kerja di bawah naungan Dispernaker Trenggalek.
 
Di Johor Baru, Malaysia, LS bekerja sebagai caddy-girl, sebutan untuk gadis yang bekerja membawakan tas berisi peralatan golf. Sekaligus, memberikan saran tentang permainan serta dukungan moral untuk pemain golf yang sedang dilayani.
 
Merujuk kontrak kerja, LS seharusnya sudah pulang ke Tanah Air pada Januari 2019. Namun sepekan sebelum kepulangannya, LS ditangkap polisi diraja Malaysia karena dituduh membunuh bayi yang baru dilahirkan, yang diduga hasil hubungan di luar nikah.
 
Kasus LS mulai disidangkan di pengadilan negara di Johor Baru, Malaysia, pada April 2019, lalu dilanjutkan sidang kedua pada Mei 2019 dan ketiga pada September 2019. Dalam persidangan yang telah digelar itu, LS dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum.
 
Di Malaysia, persidangan kasus pembunuhan seperti dilakukan LS, biasanya memakan waktu lama, kisaran 2-3 tahun. Pemerintah Indonesia melalui jasa pengacara di Johor Baru, tengah memperjuangkan keringanan hukuman bagi LS, agar terbebas dari ancaman hukuman mati.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif