Ilustrasi. MI
Ilustrasi. MI

Siswa MIN 1 Malang Diliburkan karena Carrier Difteri

Nasional klb difteri
Daviq Umar Al Faruq • 23 Oktober 2019 12:20
Malang: Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Malang, Jawa Timur, diliburkan hari ini, Rabu, 23 Oktober hingga Minggu, 27 Oktober 2019. Alasannya karena siswa di sekolah tersebut terjangkit carrier difteri.
 
Kepala MIN 1 Malang, Suyanto, mengatakan sebanyak 212 siswa dari total 1.617 siswa di sekolahnya carrier difteri. Namun mereka tidak mengalami sakit difteri.
 
"Itu terkontaminasi di dalam tubuhnya ada kuman, mungkin karena dia imunisasinya lengkap sehingga dia tidak sakit," katanya saat dikonfirmasi Medcom.id, Rabu, 23 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suyanto mengatakan kuman difteri bisa menular dan menginfeksi ke orang lain yang memeiliki kekebalan tubuh lemah. Saat terinfeksi, difteri bakal berkembang dan menyerang organ vital.
 
Dia melanjutnya mengetahui adanya carrier difteri terhadap siswanya, pihaknya segera menggelar rapat bersama Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Arjuno, Komite Madrasah dan Ketua Paguyuban Orang Tua Siswa Kelas 1-6. Selain itu berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
 
"Untuk memutus rantai (penularan kuman difteri) dan juga untuk memberikan ketenangan kepada orang tua, maka siswa itu belajar mandiri di rumah," bebernya.
 
Selama libur, siswa diminta belajar mandiri di rumah dengan pantauan orang tua. Siswa yang terjangkit carrier difteri diminta rutin minum obat sesuai dosis. Siswa juga diimbau makan makanan yang bergizi, dan istirahat yang cukup.
 
Keluarga siswa yang positif difteri, disarankan untuk melakukan swab kultur secara mandiri. Agar segera terbebas dari proses penularan yang berkelanjutan.
 
"Kita ingin memutus mata rantai jadi jangan sampai nanti orang tua itu yang juga terkontaminasi. Jadi dianjurkan untuk swab kultur, kalau tidak nanti orang tua bisa menularkan kembali ke siswa yang sudah pulih," ungkapnya.
 
Pihak sekolah juga bakal melakukan tindakan kesehatan. Mulai dari melakukan desinfektan ulang, pembersihan dan pembenahan sistem ventilasi udara seluruh ruangan.
 
"Untuk swab kedua, bagi siswa yang dinyatakan positif dan memilih pengobatan di madrasah maka biaya ditanggung oleh Komite Madrasah. Jadwal pelaksanaan swab kedua akan diinformasikan lebih lanjut," urainya.
 
Untuk memastikan tidak adanya penyebaran kuman maka semua siswa, kepala madrasah, guru/karyawan, petugas kantin dan siswa yang minum obat diwajibkan melakukan swab kultur setelah pengobatan. Sehingga dipastikan sudah terbebas dari carier difteri.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif