Anggota tim labfor Polda Jatim melakukan olah TKP kelas yang ambruk di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Umarul Faruq)
Anggota tim labfor Polda Jatim melakukan olah TKP kelas yang ambruk di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Umarul Faruq)

Pemkot Pasuruan Pasrahkan Kasus Sekolah Ambruk ke Polisi

Nasional sekolah ambruk
Syaikhul Hadi • 07 November 2019 08:14
Pasuruan: Pemerintah Kota Pasuruan, Jawa Timur, menyerahkan sepenuhnya kasus ambruknya atap kelas di SDN 1 Gentong ke polisi. Pemkot Pasuruan menyebut sekolah ambruk terjadi tiba-tiba.
 
"Karena secara umum tidak ada tanda-tanda (akan ambruk) sebelumnya. Sekolah juga tidak mengusulkan rehabilitasi sehingga tidak ada yang dikhawatirkan. Kita serahkan semuanya kepada penyidikan polisi," ujar Sekretaris Daerah Pemkot Pasuruan, Bahrul Ulum, Rabu, 6 November 2019.
 
Menurut Bahrul, insiden sekolah ambruk sebelumnya pernah terjadi di SMPN 11 Pasuruan, pada 2016. Beruntung peristiwa tersebut tak menyebabkan korban jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, kata Bahrul, dua insiden tersebut terjadi karena sebab berbeda. Dugaan salah konstruksi pada ambruknya kelas di SDN 1 Gentong tak terjadi di SMPN 11 Pasuruan.
 
"Kalau di sana ambruknya karena faktor alam. Berbeda dengan SDN Gentong, yang penyebabnya belum diketahui pasti. Tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba-toba ambruk," ungkapnya.
 
Bahrul menilai bangunan SDN 1 Gentong tak bisa dibilang baru sebab pernah direnovasi pada 2012. Dana renovasi pun dibantu anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp256 juta.
 
"Memang sempat simpang siur informasinya. Ada yang bilang terakhir 2017, tapi setelah saya tanyakan kepada Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, terakhir kali direnovasi pada 2012," tandasnya.
 
Empat ruang kelas di SDN Gentong Jalan KH Sepuh Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur tiba-tiba ambruk pada Selasa, 5 November 2019, sekitar pukul 08.30 WIB . Runtuhnya material atap bangunan kelas menimpa puluhan siswa yang tengah belajar. Dua dari 16 korban dinyatakan meninggal dunia.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif