NEWSTICKER
Petani garam di Cirebon, Jawa BArat. (Foto: Medcom.id/Rofahan)
Petani garam di Cirebon, Jawa BArat. (Foto: Medcom.id/Rofahan)

Garam Petani di Cirebon Tak Laku

Nasional garam
Ahmad Rofahan • 29 November 2019 12:31
Cirebon: Nasib petani garam di Cirebon, Jawa Barat, kembali terpuruk. Garam hasil produksi petani tak laku sehingga dibiarkan menumpuk di gudang dan sepanjang jalan lahan tambak garam.
 
Salah seorang petani garam di Desa Rawaurip, Kecaman Pangenan, Kabupaten Cirebon, Ismail Marzuki, 32, mengaku, sudah hampir sebulan hasil produksi garam petani tidak ada yang membeli. Ia pun tidak tahu mengapa hal ini terjadi.
 
"Sudah hampir sebulan tidak ada penimbang (tengkulak) yang membeli garam," kata Ismail, Jumat, 29 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut penjualan terakhir garam petani hanya parkir di harga Rp120 per kilogram. Namun itu pun hanya satu dua tengkulak yang membeli. Padahal penjualan garam petani lokal sempat lancar di awal panen saat harga masih di kisaran Rp500 hingga Rp700 per kilogram.
 
"Akhirnya saya simpan saja garamnya di gudang. Untuk makan sehari-hari cari pendapatan lain, kadang utang," ujar Ismail.
 
Seorang tengkulak, Dul Ghoni, 40, mengatakan penyebab harga garam petani jatuh dan tidak laku karena produksinya yang sedang tinggi. Musim panas yang lebih panjang membuat panen garam sangat lancar.
 
"Selain itu kita tidak ada orderan dari pembeli juga. Informasinya karena ada garam impor masuk, tapi saya juga belum tahu pasti info itu," katanya.
 
Sama seperti para petani, Dul Goni mengatakan tak membeli garam ke petani lantaran stok di gudang tengkulak pun masih banyak. Sayangnya tidak ada pembeli sehingga gudang tetap penuh dengan berkarung-karung garam.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif