Komisioner KPU RI Ilham Saputra memberikan santunan secara simbolis kepada salah satu ahli waris petugas KPPS yang meninggal di Kota Bekasi, Jawa Barat. Medcom.id/Antonio
Komisioner KPU RI Ilham Saputra memberikan santunan secara simbolis kepada salah satu ahli waris petugas KPPS yang meninggal di Kota Bekasi, Jawa Barat. Medcom.id/Antonio

KPU Menyantuni Keluarga Petugas KPPS yang Gugur

Nasional pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Antonio • 12 Juli 2019 11:42
Bekasi: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyerahkan santunan ahli waris dari sepuluh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Bekasi yang gugur selama penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019. Masing-masing keluarga mendapat Rp36 juta.
 
"Ini menjadi bagian dari kerja sama kami dengan pemerintah RI dan Kementrian Keuangan kemudian memberikan santunan kepada ahli waris petugas wafat pada ketika Pemilu Serentak 2019," kata Komisioner KPU RI Ilham Saputra di Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat 12 Juli 2019.
 
KPU RI berterima kasih kepada keluarga ahli waris yang telah membantu menyukseskan Pemilu Serentak 2019. Petugas yang gugur memberi kontribusi besar bagi demokrasi Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia memastikan isu anggota KPPS mati diracun tidak benar. Ini sudah dibuktikan dengan hasil riset di beberapa badan seperti Komnas HAM dan UGM yang melibatkan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi.
 
"Tidak ada unsur yang kemudian meracuni atau apa pun namanya, tapi kebanyakan meninggal karena kelelahan karena menjalankan tugas dalam pemilu 2019 yang lalu," tuturnya.
 
Dia juga mengungkap alasan tidak seluruh petugas KPPS yang wafat mendapat bantuan. Santunan yang diserahkan kali ini untuk kategori meninggal dalam tugas. Hanya sepuluh dari 14 petugas yang dilaporkan wafat mendapat santunan.
 
"Empat orang ini tidak masuk kategori meninggal dalam tugas. Tapi, tentu saja tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah kota dan pemerintah provinsi," tuturnya.
 
Tatie Wardiyanti,ahli waris salah satu petugas yang gugur, berterima kasih. Dia berharap agar ada evaluasi dari pelaksanaan pemilu.
 
"Kalau bisa yang menjadi petugas itu yang muda-muda," ujarnya.
 
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron yang menghadiri penyerahan santunan menjamin penyelenggaraan pemilu memakan korban ratusan petugas wafat akan dievaluasi. Evaluasi dimulai setelah putusan Mahkamah Konstitusi terkait sidang sengketa Pemilu 2019 yang berlangsung hingga 16 Agustus 2019.
 
"Kami sudah banyak input masukan data dari penyelanggara, pun masyarakat, ini kan jadi bahan evaluasi beban kerja, waktu tersedia, sistem, mekanisme, penjadwalan, termasuk jadwal kampanye yang terlalu panjang. Kemudian waktu pelaksanaan," tuturnya.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif