Cahyanta Susila, sedang memanen jeruk di kebun miliknya di Sembuh Lor, Sidomulyo, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu, 17 Juli 2019. Medcom.id Patricia Vicka.
Cahyanta Susila, sedang memanen jeruk di kebun miliknya di Sembuh Lor, Sidomulyo, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu, 17 Juli 2019. Medcom.id Patricia Vicka.

Petani Jeruk di Sleman Meraup Puluhan Juta Per Bulan

Nasional petani
Patricia Vicka • 17 Juli 2019 15:08
Sleman: Cahyanta Susila, 54, berhasil memanfaatkan lahan pekarangan miliknya menjadi kebun buah jeruk dan menghasilkan pundi-pundi. Dalam sebulan, Susila yang akrab disapa Adofish mampu menjual ribuan jeruk dan mendapatkan omzet puluhan juta rupiah.
 
Pria yang tinggal di Sembuh Lor, Sidomulyo, Godean, Sleman ini memulai bertani jeruk lima tahun yang lalu. Awalnya Susila memiliki lahan pekarangan kosong di depan rumahnya seluas 3000 meter persegi. Ia lalu menanami 300 bibit pohon jeruk dilahan itu dengan sistem bedengan.
 
"Saya pilih tanam jeruk karena perawatannya yang mudah. Selain itu masa panen juga cepat dan banyak," kata Susila di Yogyakarta, Rabu, 17 juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Susila menjelaskan jeruk yang ia tanam berjenis Siam. Dalam setahun biasanya pohon jeruk miliknya berbuah sebanyak dua kali. Setiap kali berbuah, bisa bertahan panen selama lebih dari 2 bulan.
 
"Jeruk yang saya tanam, umur 2-2,5 tahun sudah bisa berbuah dan panen," jelas Susila.
 
Susila mengaku tertarik terjun ke bisnis kebun jeruk karena melihat peluang usaha di bidang pertanian yang cukup besar. Agar meraup untung maksimal, Susila tidak menjual buah jeruk hasil panenen ke pedagang pasar. tapi ia menjualnya ke konsumen.
 
"Kalau jual ke tengkulak atau pasar-pasar, harganya pasti jatuh. Saya repot musti bawa jeruk ke tengkulak," beber Susila.
 
Susila memasarkan jeruk melalui media sosial dan kemudian konsumen pun berdatang untuk membeli ke rumahnya. Para konsumen yang tertarik bisa langsung memetik jeruk dari pohon
 
"Saya jadi ga repot. Harga dan untung jauh lebih tinggi," jelas lulusan sekolah tinggi bidang pertanian di Universitas Mercu Buana (UMB) Yogyakarta.
 
Kini ia mampu memanen hingga 100 kilo jeruk setiap harinya. Susila menjual jeruk tersebut seharga Rp 12-13ribu per kilogramnya. Ia pun mampu mendapatkan penghasilan sekitar Rp1juta setiap harinya. Dalam sebulan puluhan juta rupiah dapat ia raih.
 
Ia berharap agar masyarakat pedesaan dapat memanfaatkan lahan pekarangan kosong depan rumah sebagai sumber uang. Seperti bercocok tanam atau menbangun kolam ikan.
 
Selain itu ia mendorong mahasiswa lulusan pertanian dapat mengikuti jejaknya untuk membudidayakan buah-buahan dan sayur-sayuran.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif