medcom.id, Purwokerto: Aktivitas kegempaan Gunung Slamet yang berada di perbatasan antara Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Brebes dan Tegal, di Jawa Tengah (Jateng) masih tinggi. Bahkan, mulai Rabu (8/10) petang, asap putih tebal keluar dari kawah gunung tertinggi di Jateng tersebut.
Asap putih tersebut diindikasikan mengandung uap air yang tinggi, sehingga asapnya lebih tebal jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet Sudrajat mengungkapkan, asap putih tebal itu muncul dengan ketinggian hingga 300 meter dari kawah Gunung Slamet.
"Asap putih tebal baru mulai terjadi sejak Rabu petang. Hari-hari sebelumnya hanya terlihat asap putih tipis hingga sedang. Dengan keluarnya asap putih tebal tersebut berarti mengandung uap air yang tinggi dan mengarah ke Barat," kata Sudrajat, Kamis (9/10/2014).
Hingga kini, lanjut Sudrajat, gempa tremor masih terus menerus terjadi di gunung setinggi 3.428 mdpl. "Memang, sinar api dan lontaran material pijar tidak lagi tampak, tetapi aktivitas kegempaan masih tinggi," ujar dia.
Menurut dia, status Gunung Slamet masih Siaga atau level III. Karena itu, Sudrajat mengimbau tidak boleh ada aktivitas warga pada radius 4 km dari puncak.
medcom.id, Purwokerto: Aktivitas kegempaan Gunung Slamet yang berada di perbatasan antara Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Brebes dan Tegal, di Jawa Tengah (Jateng) masih tinggi. Bahkan, mulai Rabu (8/10) petang, asap putih tebal keluar dari kawah gunung tertinggi di Jateng tersebut.
Asap putih tersebut diindikasikan mengandung uap air yang tinggi, sehingga asapnya lebih tebal jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet Sudrajat mengungkapkan, asap putih tebal itu muncul dengan ketinggian hingga 300 meter dari kawah Gunung Slamet.
"Asap putih tebal baru mulai terjadi sejak Rabu petang. Hari-hari sebelumnya hanya terlihat asap putih tipis hingga sedang. Dengan keluarnya asap putih tebal tersebut berarti mengandung uap air yang tinggi dan mengarah ke Barat," kata Sudrajat, Kamis (9/10/2014).
Hingga kini, lanjut Sudrajat, gempa tremor masih terus menerus terjadi di gunung setinggi 3.428 mdpl. "Memang, sinar api dan lontaran material pijar tidak lagi tampak, tetapi aktivitas kegempaan masih tinggi," ujar dia.
Menurut dia, status Gunung Slamet masih Siaga atau level III. Karena itu, Sudrajat mengimbau tidak boleh ada aktivitas warga pada radius 4 km dari puncak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)