medcom.id, Jakarta: Hingga saat ini tercatat 26 orang tewas akaibat bencana longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar Banjarnegara. 24 korban meninggal sudah berhasil diidentifikasi, sedangkan dua lainnya masih terus dilakukan upaya identifikasi.
"Hingga saat ini ada 26 korban meninggal, sedangkan 82 orang lainnya masih dalam pencarian," kata Kepala Pusat Data Informasi (Pusdatin) dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, saat acara Breaking News, Metro TV, Minggu (14/12/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 2000 tim gabungan, yang melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun. "Tim tersebut dibagi menjadi menjadi dua sektor.
Sutopo mengatakan saat ini alat berat belum dapat dimaksimalkan, lantaran kondisi tanah yang masih gembur. "Saat ini pencarian masih manual dengan menggunakan cangkul, sekop. Kondisi tanah saat ini masih gembur," tukasnya.
Sebelumnya diketahui Petugas Badan Search and Rescue (SAR) kembali menemukan enam korban longsor Banjarnegara. Namun, mereka ditemukan adalam keadaan tak bernyawa.
Informasi yang dihimpun Metrotvnews.com, korban itu terdiri dari pasangan suami-istri, dua orang perempuan, dan seorang bocah bernama Sofyan. Sementara, satu jenazah masih dalam proses identifikasi.
Saat ditemukan, kondisi jenazah tersebut sudah dalam keadaan membusuk. Wajah mereka sulit dikenali dan tubuhnya mulai mengeluarkan bau busuk.
medcom.id, Jakarta: Hingga saat ini tercatat 26 orang tewas akaibat bencana longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar Banjarnegara. 24 korban meninggal sudah berhasil diidentifikasi, sedangkan dua lainnya masih terus dilakukan upaya identifikasi.
"Hingga saat ini ada 26 korban meninggal, sedangkan 82 orang lainnya masih dalam pencarian," kata Kepala Pusat Data Informasi (Pusdatin) dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, saat acara
Breaking News, Metro TV, Minggu (14/12/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 2000 tim gabungan, yang melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun. "Tim tersebut dibagi menjadi menjadi dua sektor.
Sutopo mengatakan saat ini alat berat belum dapat dimaksimalkan, lantaran kondisi tanah yang masih gembur. "Saat ini pencarian masih manual dengan menggunakan cangkul, sekop. Kondisi tanah saat ini masih gembur," tukasnya.
Sebelumnya diketahui Petugas Badan Search and Rescue (SAR) kembali menemukan enam korban longsor Banjarnegara. Namun, mereka ditemukan adalam keadaan tak bernyawa.
Informasi yang dihimpun Metrotvnews.com, korban itu terdiri dari pasangan suami-istri, dua orang perempuan, dan seorang bocah bernama Sofyan. Sementara, satu jenazah masih dalam proses identifikasi.
Saat ditemukan, kondisi jenazah tersebut sudah dalam keadaan membusuk. Wajah mereka sulit dikenali dan tubuhnya mulai mengeluarkan bau busuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)