Wali kota, Wakil Wali Kota dan pejabat Pemkot Tangsel meresmikan Biaya  gratis pengolahan darah, Minggu 25 November 2018.
Wali kota, Wakil Wali Kota dan pejabat Pemkot Tangsel meresmikan Biaya gratis pengolahan darah, Minggu 25 November 2018.

Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengolahan Transfusi Darah

Nasional donor darah
Farhan Dwitama • 25 November 2018 11:29
Tangerang: Pemerintah kota Tangerang Selatan, secara resmi menanggung Biaya Pengganti Proses Pengolahan Darah (BPPD) yang meliputi biaya-biaya terkait proses pengolahan darah sebelum didistribusikan ke pasien. Dengan kebijakan tersebut, maka seluruh penggunaan darah donor di RSUD kota Tangsel dan RS swasta yang bekerja sama akan mendapatkan darah secara gratis.
 
“Jadi warga Tangsel cukup hanya menunjukkan KTP elektronik miliknya di rumah sakit yang bekerja sama dengan Dinkes Tangsel,” kata Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 54 di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu, 25 November 2018.
 
Airin menegaskan, sejatinya darah donor memang gratis, tapi biaya pengolahan yang dilalui untuk menjadikan darah tersebut aman digunakan membutuhkan biaya. Maka itu, kepada masyarakat darah donor menjadi berbayar. Sekantong darah donor bisa ditebus sebesar Rp360-660 ribu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Airin juga mengklaim Kota Tangerang Selatan menjadi daerah pertama membebaskan pembebasan biaya kantong darah dan pengolahan darah bagi masyarakatnya.
 
“Pemerintah kota resmi melaunching pengolahan darah gratis. Karena dari dulu darah itu gratis,” ujar Airin.
 
Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah PMI kota Tangsel, Suhara Manullang mengatakan biaya pengganti pengolahan darah ini tertuang dalam Peraturan Wali kota Nomor 14 Tahun 2017.
 
“Kota ini adalah kota pertama di seluruh Indonesia yang punya komitmen pengganti biaya pengolahan darah. Kemarin kami persiapkan teknisnya, karena darah ini kami pastikan pasokannya dan mutu,” ucap Suhara.
 
Menurut Suhara, ketersediaan darah di Tangsel setiap bulannya baru mencapai 1.500 kantong. Guna memenuhi kebutuhan itu, PMI kota Tangsel kata dia bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah Banten, DKI Jakarta dan komite Darah Nasional.
 
“Idealnya itu 3.000 kantong perbulan,” ucap dia.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif