Warga Sulsel Diimbau Waspada Hujan Disertai Petir

Andi Aan Pranata 23 November 2018 16:11 WIB
musim hujanmusim pancaroba
Warga Sulsel Diimbau Waspada Hujan Disertai Petir
Awan hitam menyelimuti kawasan Kota Yogyakarta, Jumat (9/11/2018). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.
Makassar: Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Makassar dan Sulawesi Selatan mewaspadai dampak cuaca ekstrem di bulan November 2018. Salah satu yang mesti diwaspadai berupa pertumbuhan awan gelap kumulonimbus.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah IV Makassar Siswanto mengatakan, pertumbuhan awan kumulonimbus bisa terjadi secara mendadak pada puncak peralihan musim. Gumpalan awan hitam biasanya menghasilkan hujan lebat, angin kencang, dan petir.

"Warga agar tetap waspada jika muncul awan gelap. Sebaiknya hindari bangunan yang rapuh atau pohon yang lapuk karena bisa bahaya jika ada angin kencang," kata Siswanto di Makassar, Jumat, 23 November 2018.


Siswanto menjelaskan, kumulonimbus merupakan awan dengan kepadatan tinggi yang terbentuk dari tidak stabilnya komponen atmosfer. Biasanya terjadi pada peralihan cuaca yang terjadi dalam waktu singkat. Gumpalan awan memicu angin dengan kecepatan yang cukup tinggi.

"Kemudian intensitas curah hujan yang berketebalan padat juga meningkat," jelas Siswanto.

Selain hujan lebat dan angin kencang, BMKG mengingatkan masyarakat Sulsel tentang tingginya gelombang laut selama beberapa hari ke depan. 
Terutama di kawasan selatan Sulsel dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter. Bagi yang tidak punya kepentingan mendesak, diimbau tidak beraktivitas di pantau dan laut. 

Ombak tinggi antara lain terjadi di perairan Kepulauan Selayar hingga Laut Flores. Diperkirakan tinggi gelombang bisa bertahan dalam tiga hari hingga sepekan ke depan.

"Selain itu waspada bencana hidrometeorologi yang bisa ditimbulkan seperti genangan, banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor," beber Siswanto.

Sebelumnya BMKG memperkirakan curah hujan tinggi mulai melanda sebagian daerah di Sulawesi Selatan pada Desember 2018. Hujan dengan curah di atas 500 milimeter kemungkinan bakal berlangsung hingga puncak musim hujan di bulan Februari tahun 2019.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id