medcom.id, Bima: Banjir merendam tiga wilayah di Nusa Tenggara Barat. Ribuan rumah di ribuan rumah di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Sumbawa Barat pada Rabu 21 Desember.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di Bima, banjir setinggi 1 hingga 2 meter merendam Kecamatan Rasanae, Rasanae Timur, Rasanae Barat, dan Punda. Banjir terjadi sejak dini hari tadi. Petugas lantas mengungsikan ribuan warga.
"Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kota Bima pun dievakuasi," kata Sutopo dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com.
Sementara di Kabupaten Bima, banjir merendam Desa Maria dan Desa Kambilo, Kecamatan Wawo. Sebanyak 29 rumah rusak. Lima rumah hanyut. Satu jembatan putus.
Banjir juga merendam Desa Unter Kroke, Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa. Sebanyak 610 warga terkena dampak banjir.
"Penerbangan dari Mataram ke Bima pun belum dapat dilakukan karena bandara terendam banjir," lanjut Sutopo.
Saat ini, lanjut Sutopo, BPBD bersama TNI, Polri, SAR, Tagana, PMI, SKPD, dan relawan tengah mengevakuasi warga. Petugas memberikan pelayanan kesehatan pada warga.
Warga juga membutuhkan bantuan lain yaitu makanan, selimut, tenda, air bersih, obat-obatan, dan makanan bayi.
medcom.id, Bima: Banjir merendam tiga wilayah di Nusa Tenggara Barat. Ribuan rumah di ribuan rumah di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Sumbawa Barat pada Rabu 21 Desember.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di Bima, banjir setinggi 1 hingga 2 meter merendam Kecamatan Rasanae, Rasanae Timur, Rasanae Barat, dan Punda. Banjir terjadi sejak dini hari tadi. Petugas lantas mengungsikan ribuan warga.
"Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kota Bima pun dievakuasi," kata Sutopo dalam rilis yang diterima
Metrotvnews.com.
Sementara di Kabupaten Bima, banjir merendam Desa Maria dan Desa Kambilo, Kecamatan Wawo. Sebanyak 29 rumah rusak. Lima rumah hanyut. Satu jembatan putus.
Banjir juga merendam Desa Unter Kroke, Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa. Sebanyak 610 warga terkena dampak banjir.
"Penerbangan dari Mataram ke Bima pun belum dapat dilakukan karena bandara terendam banjir," lanjut Sutopo.
Saat ini, lanjut Sutopo, BPBD bersama TNI, Polri, SAR, Tagana, PMI, SKPD, dan relawan tengah mengevakuasi warga. Petugas memberikan pelayanan kesehatan pada warga.
Warga juga membutuhkan bantuan lain yaitu makanan, selimut, tenda, air bersih, obat-obatan, dan makanan bayi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RRN)