Polda Jatim merilis kasus Scampage (website palsu) data perbankkan. Medcom.id/ Amaluddin
Polda Jatim merilis kasus Scampage (website palsu) data perbankkan. Medcom.id/ Amaluddin

Polda Jatim Ungkap Kasus Pembuatan Website Palsu Perbankan Beromset Miliaran

Amaluddin • 09 November 2022 20:53
Surabaya: Penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Timur membongkar Scampage (website palsu) mengatasnamakan perusahaan paypal beromset Rp5 miliar. Hal ini dilakukan para komplotan pembuat dan penyebar scampage dengan maksud mendapatkan data perbankan dan data pribadi warga yang berasal dari sekitar 70 negara.
 
"Ada tujuh tersangka, dan yang berhasil diamankan sebanyak empat orang. Yaitu inisial KEP selaku pemimpin kelompok Umbrella Corp dan 3 anggotanya yakni PRS, RKY dan TMS. Sedangkan tiga anggota lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni BY, HGK dan FR," kata Wakapolda Jatim, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo, di Mapolda Jatim di Surabaya, Rabu, 9 November 2022.
 
Baca: Pabrik Uang Palsu Ditemukan di Belakang Rumah Dinas Bupati Sukoharjo

Slamet menjelaskan hasil ungkap ini berkat patroli siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Anggota pun menemukan Facebook atas nama Thomas Alfa Edison dengan link URL https://www.facebook.com/blank.page13. Di dalamnya berisi software bernama Umbrella dan digunakan untuk scampage.
 
"Software Umbrella tujuannya mendapatkan data kartu kredit dan data pribadi dari berbagai negara. Keuntungan yang didapat tersangka KEP sekitar Rp5 miliar lebih," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kata Slamet, tersangka KEP ini menjual data kartu kredit, kartu debit dan data pribadi orang lain ke website penjualan data ilegal. Dari situlah tersangka mendapat keuntungan berupa mata uang Krypto Bitcoin yang bisa dikonversikan menjadi mata uang rupiah. Keuntungan yang diterima KEP kurang lebih Rp5 miliar lebih, dan digunakan untuk membayar anggota Umbrella Corp Rp10 juta per anggota per bulan.
 
"Dari 2018 hingga 2022, tersangka mendapatkan sebanyak 260 ribu data milik warga di 70 negara. Dengan perolehan data terbanyak dari warga Amerika, Inggris, Rumania, Australia dan Indonesia," ungkapnya.
 
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif