Petugas gabungan TNI dan Polri melaksanakan olah TKP lanjutan kasus penembakan istri anggota TNI di Semarang, Kamis. ANTARA/ I.C.Senjaya.
Petugas gabungan TNI dan Polri melaksanakan olah TKP lanjutan kasus penembakan istri anggota TNI di Semarang, Kamis. ANTARA/ I.C.Senjaya.

TNI dan Polri Olah TKP Penembakan Istri Tentara

Antara • 21 Juli 2022 13:47
Semarang: Petugas gabungan TNI dan Polri menggelar olah tempat kejadian peristiwa (TKP) lanjutan kasus penembakan R, istri tentara di Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis.
 
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar bersama Komandan Kodim (Dandim) 0733 Kota Semarang Letkol Honi Havana dan Komandan Pomdam IV/ Diponegoro Widyo Wahyono.
 
Pelaksanaan olah TKP meliputi rumah korban serta di lingkungan sekitar tempat kejadian yang tersorot kamera CCTV. Menurut Irwan, olah TKP lanjutan ini bertujuan menguatkan modus yang dilakukan oleh para pelaku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Motifnya kita gali melalui olah TKP lanjutan bersama tim gabungan TNI dan Polri," katanya.
 
Menurut dia, setidaknya terdapat 14 adegan yang dilakukan oleh pemeran pengganti dalam olah TKP ini.
 
Baca juga: Personel TNI/Polri Jaga Istri Tentara Korban Penembakan

Ia menjelaskan adegan yang dilakukan ini disinkronkan dengan dokumen dan bukti digital yang telah didapatkan. Sinkronisasi dilakukan untuk mengerucutkan modus, motif, serta identifikasi pelaku.
 
Sebelumnya seorang perempuan berinisial R (34), istri seorang anggota TNI, ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya, Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Senin, 18 Juli 2022.
 
Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan bahwa korban mengalami luka di bagian perut akibat tembakan tersebut. "Dua tembakan, satu bersarang di perut korban," katanya.
 
Polisi sendiri telah mengungkap ciri-ciri dan peran empat pelaku penembakan R. Irwan mengatakan empat pelaku menggunakan dua sepeda motor, masing-masing Kawasaki Ninja dan Honda Beat Street tanpa nomor polisi.
 
Dari rekaman CCTV, kata dia, para pelaku yang diduga merupakan warga sipil tersebut selalu berkomunikasi dengan seseorang melalui telepon sebelum beraksi.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif