KemenLHK saat meninjau operasional DESI di Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Jumat, 19 September 2022. IST
KemenLHK saat meninjau operasional DESI di Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Jumat, 19 September 2022. IST

KLHK: Pabrik Pengolahan Limbah Dowa Layak Jadi Percontohan Nasional

Al Abrar • 16 September 2022 16:15
Lamongan: Pabrik pengolahan limbah beracun yang dikelola PT Dowa Eco-System Indonesia (DESI) di Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dinilai layak jadi proyek percontohan nasional. Penilaian itu diberikan setelah dtinjau oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 
 
"Semua sudah melalui proses penelitian. Dari temuan di lapangan, di Dowa bagus sekali dan persyaratannya melebih dari aturan persyaratan yang ditetapkan pemerintah," kata Dirjen Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup, Rosa Vivien Ratnawati, saat meninjau operasional DESI di Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Jumat, 19 September 2022. 
 
Rosa mengatakan, PT Dowa sangat memikirkan keamanan, khusunya terhadap masyarakat lingkungan sekitarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Managing Director Takanobu Tachikawa menjelaskan, PT DESI bekerja untuk mengelola limbah B3 khususnya di Jatim dengan teknologi berstandar untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan. Perusahaan sudah lebih dulu berkembang di Jepang dan masuk ke Indonesia sekitar 30 tahun lalu. 
 
Baca: Keren! Warga Bandung Sulap Limbah Plastik Jadi Solar hingga Minyak Tanah
 
"Kita mengutamakan pelayanan 4R (reduce, reuse, recycle, dan recovery). Dari konsep itu kita berkontribusi untuk menjadikan Indonesia lebih baik dalam pengelolaan sampah," kata Takanobu. 
 
Takanobu menegaskan, pihaknya sudah berpengalaman lebih dari 100 tahun mengolah limbah B3 di Jepang. Bahkan sister company DESI, yaitu PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) juga perusahaan pengolahan limbah industri dengan sejumlah klien perusahaan dari swasta dan pemerintah.
 
Saat ini, PT DESI memasuki penyiapan akhir infrastruktur dan menyentuh angka 95 persen. Fasilitas yang digunakan sama dengan holding company, meliputi transportasi pengangkutan limbah yang berstandar sesuai dengan ketetapan KLHK. Kemudian memiliki dua laboratorium, menggunakan teknologi pengolahan limbah yang diterapkan di negara maju, dan landfill untuk mengubur limbah yang telah dihilangkan sifat racun dan bahayanya. PT DESI ini juga banyak menyerap tenaga kerja lokal, khususnya di Desa Tlogoretno Brondong Lamongan.
 
“Saya melihat fasilitas yang disiapkan cukup baik dan sesuai standar, perusahaan ini menggunakan teknologi yang bagus sehingga bisa menjadi percontohan pengelolaan limbah,” terangnya. 
 
Sementara Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menambahkan, industrialisasi sangat penting sebagai pengungkit ekonomi daerah. Sehingga fasilitasi perizinan dalam pengembangan industri akan dipermudah. 
 
Sejalan dengan hal itu, pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga lingkungan. Sehingga hadirnya PT DESI ini diharapkan bisa menghadirkan ekosistem yang baik di Lamongan, khususnya dalam pengelolaan limbah. 
 
“Saya berharap pengelolaan limbah ini memberikan banyak manfaat untuk lingkungan dan sama-sama menjaga lahan agar tidak terkontaminasi zat berbahaya,” tambahnya.
 
(ALB)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif