Cirebon: Penanganan terhadap ratusan hewan ternak di Kabupaten Cirebon yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terkendala minimnya obat-obatan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Asep Pamungkas, mengatakan ketersediaan obat-obatan untuk menangani PMK yang sedang mewabah di Kabupaten Cirebon kurang mencukupi.
"Obat-obatan yang kami miliki, amat sangat kurang," kata Asep di Cirebon, Jumat, 10 Juni 2022.
Baca: Hewan Ternak Terjangkit PMK di Aceh Capai 19.830 Ekor
Dia menjelaskan walaupun ada dukungan dari pemerintah provinsi, namun jumlah tersebut juga masih belum mencukupi untuk menangani sekitar 748 hewan ternak yang saat ini dinyatakan terinfeksi PMK.
Untuk menanggulangi kekurangan obat-obatan tersebut, pihaknya terpaksa meminta bantuan kepada sejumlah perusahaan pakan ternak yang ada di wilayah Cirebon.
"Dari perusahaan pakan ternak ada yang bantu juga, tapi tetap masih kurang," jelas Asep.
Walaupun kekurangan obat-obatan, pihaknya terus berusaha untuk melakukan pengobatan terhadap ratusan hewan ternak yang terinfeksi PMK. Ia juga menyebut pihaknya berhasil menyembuhkan sebanyak 27 ekor hewan ternak yang sebelumnya terjangkit penyakit PMK.
Asep berharap bantuan obat-obatan dan dukungan lainnya untuk penanganan PMK di Kabupaten Cirebon bisa segera diberikan. Karena pihaknya hawatir PMK akan menyebar dengan cepat di wilayahnya.
"Sekarang jumlahnya sudah 748 ekor, yang terdiri dari sapi dan kerbau," ujar Asep.
Cirebon: Penanganan terhadap ratusan hewan ternak di Kabupaten Cirebon yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (
PMK) terkendala minimnya obat-obatan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Asep Pamungkas, mengatakan ketersediaan obat-obatan untuk menangani PMK yang sedang mewabah di Kabupaten Cirebon kurang mencukupi.
"Obat-obatan yang kami miliki, amat sangat kurang," kata Asep di Cirebon, Jumat, 10 Juni 2022.
Baca:
Hewan Ternak Terjangkit PMK di Aceh Capai 19.830 Ekor
Dia menjelaskan walaupun ada dukungan dari pemerintah provinsi, namun jumlah tersebut juga masih belum mencukupi untuk menangani sekitar 748 hewan ternak yang saat ini dinyatakan terinfeksi PMK.
Untuk menanggulangi kekurangan obat-obatan tersebut, pihaknya terpaksa meminta bantuan kepada sejumlah perusahaan pakan ternak yang ada di wilayah Cirebon.
"Dari perusahaan pakan ternak ada yang bantu juga, tapi tetap masih kurang," jelas Asep.
Walaupun kekurangan obat-obatan, pihaknya terus berusaha untuk melakukan pengobatan terhadap ratusan hewan ternak yang terinfeksi PMK. Ia juga menyebut pihaknya berhasil menyembuhkan sebanyak 27 ekor hewan ternak yang sebelumnya terjangkit penyakit PMK.
Asep berharap bantuan obat-obatan dan dukungan lainnya untuk penanganan PMK di Kabupaten Cirebon bisa segera diberikan. Karena pihaknya hawatir PMK akan menyebar dengan cepat di wilayahnya.
"Sekarang jumlahnya sudah 748 ekor, yang terdiri dari sapi dan kerbau," ujar Asep.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)