Tiga oknum wartawan online gadungan mengaku sebagai penyidik Tipikor Mabes Polri memeras Sekretaris Desa (Sekdes) Jengkol, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang ditangkap Polisi. (medcom.id/hendrik S)
Tiga oknum wartawan online gadungan mengaku sebagai penyidik Tipikor Mabes Polri memeras Sekretaris Desa (Sekdes) Jengkol, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang ditangkap Polisi. (medcom.id/hendrik S)

Wartawan Gadungan Peras Sekdes Jengkol Rp700 Juta

Nasional penipuan pemerasan
Hendrik Simorangkir • 14 Mei 2019 16:45
Tangerang: Tiga oknum wartawan daring gadungan mengaku sebagai penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri memeras Sekretaris Desa (Sekdes) Jengkol, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Ketiganya menguras kocek Sekdes Jengkol hingga Rp700 juta.
 
Ketiga wartawan gadungan itu mengaku dari Kobaran News. Mereka bernama Rully Handari, Fadly Ibnu Sina, dan Muhammad Ibnu Ferry.
 
Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif menuturkan ketiganya mendatangi Sekdes Jengkol pada 10 Maret 2019 dengan berpura-pura sebagai penyidik. Kala itu, para tersangka menunjukkan surat panggilan palsu atas nama korban. Surat panggilan itu didapat para tersangka dari internet, kemudian disunting.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekdes Jengkol didatangi ke rumahnya dan pelaku mengaku sebagai penyidik Tipikor Polri bernama AKP Ibnu Sianturi dan Ipda Ibrohim yang akan menyelidiki kasus korupsi dana desa pada 2017 dan 2018," ujar Sabilul di Mapolresta Tangerang, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Sabilul menjelaskan ketiganya mengancam Sekdes Jengkol akan menangkap serta memberitakan bila tidak memberi sejumlah uang yang diminta. Esoknya, pada 11 Maret, tersangka kembali menghubungi korban dan meminta uang Rpp40 juta dengan alasan agar penyidikan dihentikan.
 
Tak berhenti, tersangka kembali meminta uang Rp100 juta kepada korban untuk bisa mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).
 
Sabilul mengungkap tersangka Ibnu Ferry sempat mendatangi korban dan mengaku sebagai wartawan Kobaran News. Kedatangan tersangka Ibnu kala itu untuk menguatkan alasan kasus tidak diungkap ke media.
 
"Korban pun terus menuruti kemauan para tersangka mentransfer uang secara bertahap hingga jumlah totalnya mencapai Rp700 juta," kata Sabilul.
 
Tak tahan terus diperas, korban melapor ke polisi. Walhasil ketiga tersangka ditangkap di Balaraja, Tangerang, dan Kemiling, Bandar Lampung, pada Selasa, 7 Mei 2019.
 
Dari aksinya itu, tersangka Rully mendapatkan Rp240 juta, Fadly Rp270 juta, sedangkan Ibnu mendapat Rp88 juta. Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 378 dan 368 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.
 
Sabilul mengimbau agar masyarkat tak langsung percaya dengan oknum yang mengaku sebagai penyidik polisi atau jurnalis. Bila ada yang mengaku, warga diharap meminta kejelasan identitas.
 
"Bila ada yang mengaku anggota Polri atau jurnalis tapi bertindak menyimpang, jangan ragu untuk melaporkan," pungkasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif