Warga antusias menukarkan uang baru di kantor perwakilan BI Tegal. Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Warga antusias menukarkan uang baru di kantor perwakilan BI Tegal. Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Wabah Korona tak Berdampak pada Optimisme Konsumen di Tegal

Nasional perekonomian Virus Korona
Kuntoro Tayubi • 04 April 2020 23:38
Tegal: Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Kota Tegal, Jawa Tengah, untuk periode Maret 2020 berada pada level optimis dengan nilai 117,83 walau wabah virus korona (covid-1) tengah merebak. Hal ini didukung Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang berada pada level optimis, yaitu sebesar 114,67 dan 121,00.
 
“Terjadi peningkatan untuk semua indeks pada bulan Maret 2020 ini dibandingkan dengan perolehan skor indeks pada bulan Februari 2020,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, M Taufik Amrozy, Sabtu, 4 April 2020.
 
Ekspektasi mayoritas masyarakat Kota Tegal terhadap tingkat pengeluaran tiga bulan yang akan datang akan sedikit meningkat (42 persen responden) dan relatif sama (38 persen responden). Alasan peningkatan pengeluaran konsumsi didorong secara proporsional oleh peningkatan belanja makanan dibandingkan belanja non makanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk ekspektasi harga 12 bulan mendatang, mayoritas responden (81 persen) menyatakan harga secara umum akan naik. Sedangkan 18 persen responden mengekspektasikan harga cenderung tetap.
 
“Alasan ekspektasi kenaikan harga didominasi oleh adanya dampak dari hari raya keagamaan, kenaikan tarif tenaga listrik, kenaikan harga BBM, dan dampak kenaikan hargas LPG,” katanya.
 
Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran, Indeks Penjualan Riil (IPR) Kota Tegal untuk periode Maret 2020 berada pada level optimis dengan nilai indeks di atas 100, yaitu sebesar 103,29. Namun IPR Maret 2020 mengalami penurunan pada indeks bulanan sebesar 5,44 persen ketimbang bulan sebelumnya (month-to-month).
 
Hal ini diperkirakan karena penurunan penjualan beberapa jenis barang, khususnya penjualan pada kelompok barang budaya dan rekreasi. Kontributor terbesar dalam penurunan penjualan kelompok barang ini adalah kertas, karton, dan cetakan. Hal ini disebabkan jumlah permintaan yang menurun.
 
“Sementara berdasarkan survei diperkirakan penjualan pada 3 bulan dan 6 bulan mendatang akan mengalami kenaikan. Jadi wabah virus korona ini sepertinya tidak begitu berdampak pada aktivitas konsumen dan penjualan di wilayah Kota Tegal,” ungkapnya.
 
Ekspektasi responden terhadap penjualan dalam 3 bulan mendatang diperkirakan naik, yaitu berada pada level 114. Level tersebut relatif stabil jika dibandingkan dengan ekspektasi responden pada periode sebelumnya. Sementara itu, ekspektasi terhadap penjualan dalam 6 bulan mendatang diperkirakan mengalami kenaikan, yaitu di level 139.
 
Adapun level tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan ekspektasi responden pada periode sebelumnya, yaitu pada level 132. Ekspektasi terhadap penjualan yang cenderung naik dapat dilihat dari nilai angka indeks yang menunjukkan angka di atas 100.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif