medcom.id, Pangkalpinang: Upaya pencarian pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Belitung Timur, Bangka Belitung, sedikit terhambat. Kepala Basrnas Babel, Johny Superyadi, mengatakan, cuaca buruk melanda perairan dengan gelombang tinggi, angin kencang, awan hitam (comunilimbus), dan hujan lebat.
"Awan hitam, ini pertanda kurang bagus dan berpotensi hujan sama petir, bearti menjadi halangan pencarian kita," kata Johny kepada wartawan di Belitung Timur, Minggu (28/12/2014) sore.
Kendati demikian, penyisiran sekitar perairan Belitung Timur terus di lakukan. "Pencarian tetap kita teruskan kendati cuaca kurang bersahabat," ujar Dia.
Sementara itu, BMKG Pangkalpinang memperkirakan ketinggian gelombang mencapai 2-3 meter. Kecepatan angin pun di atas normal. Kondisi ini berlaku 1 hingga 2 hari ke depan.
Cuaca buruk juga dirasakan tim pencari gabungan yang diterbangkan dari Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Helikopter Puma yang membawa kru penyelamat dihadang cuaca buruk.
"Helikopternya baru terbang sekitar 63 nautical mile. Cuaca buruk sekali, awannya sangat rendah sehingga helikopter terpaksa balik lagi ke Pontianak," jelas Komandan Lanud Supadio Pontianak, Kolonel Tedy Rizalihadi, di Pontianak, Minggu (28/12/2014) sore.
Sebagaimana diketahui, pesawat AirAsia QZ8501 kehilangan kontak sekitar pukul 06.17 WIB, dalam perjalanan dari Bandara Juanda menuju Bandara Changi, Singapura.
Pesawat rute Surabaya-Singapura berpenumpang 155 orang itu terakhir kali hilang kontak di titik kordinat 03.22.46 Lintang Selatan dan 108.50.07 Bujur Timur. Kementerian Perhubungan menyebut pesawat QZ8501 itu hilang di antara Pulau Belitung dan Kalimantan.
Menurut manifes AirAsia, pesawat mengangkut 155 penumpang terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak, satu bayi dan enam kru.
medcom.id, Pangkalpinang: Upaya pencarian pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Belitung Timur, Bangka Belitung, sedikit terhambat. Kepala Basrnas Babel, Johny Superyadi, mengatakan, cuaca buruk melanda perairan dengan gelombang tinggi, angin kencang, awan hitam (comunilimbus), dan hujan lebat.
"Awan hitam, ini pertanda kurang bagus dan berpotensi hujan sama petir, bearti menjadi halangan pencarian kita," kata Johny kepada wartawan di Belitung Timur, Minggu (28/12/2014) sore.
Kendati demikian, penyisiran sekitar perairan Belitung Timur terus di lakukan. "Pencarian tetap kita teruskan kendati cuaca kurang bersahabat," ujar Dia.
Sementara itu, BMKG Pangkalpinang memperkirakan ketinggian gelombang mencapai 2-3 meter. Kecepatan angin pun di atas normal. Kondisi ini berlaku 1 hingga 2 hari ke depan.
Cuaca buruk juga dirasakan tim pencari gabungan yang diterbangkan dari Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Helikopter Puma yang membawa kru penyelamat dihadang cuaca buruk.
"Helikopternya baru terbang sekitar 63 nautical mile. Cuaca buruk sekali, awannya sangat rendah sehingga helikopter terpaksa balik lagi ke Pontianak," jelas Komandan Lanud Supadio Pontianak, Kolonel Tedy Rizalihadi, di Pontianak, Minggu (28/12/2014) sore.
Sebagaimana diketahui, pesawat AirAsia QZ8501 kehilangan kontak sekitar pukul 06.17 WIB, dalam perjalanan dari Bandara Juanda menuju Bandara Changi, Singapura.
Pesawat rute Surabaya-Singapura berpenumpang 155 orang itu terakhir kali hilang kontak di titik kordinat 03.22.46 Lintang Selatan dan 108.50.07 Bujur Timur. Kementerian Perhubungan menyebut pesawat QZ8501 itu hilang di antara Pulau Belitung dan Kalimantan.
Menurut manifes AirAsia, pesawat mengangkut 155 penumpang terdiri dari 138 orang dewasa, 16 anak-anak, satu bayi dan enam kru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)