Pemkot Bandung melakukan pembangunan kolam retensi. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung)
Pemkot Bandung melakukan pembangunan kolam retensi. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung)

Cegah Banjir, Kota Bandung Perbanyak Kolam Retensi

Nasional banjir kota bandung antisipasi banjir Bencana Banjir Mitigasi Bencana
Antara • 25 November 2021 13:06
Bandung: Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Jawa Barat, akan memperbanyak kolam retensi pada 2022 guna mencegah genangan banjir di pemukiman atau di jalan raya yang kerap terjadi saat musim hujan.
 
Kepala DPU Kota Bandung Didi Riswandi mengatakan, kolam retensi yang akan dibuat, salah satunya di kawasan Cisanggarung. Selain itu, saat ini DPU pun tengah merampungkan kolam retensi di kawasan Bima.
 
"Jadi yang di Cisanggarung itu untuk menangani banjir di Cironggeng, Cikadut, Arcamanik, dan di Cingised," kata Didi di Bandung, Kamis, 25 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Didi, sejauh ini Kota Bandung telah memiliki delapan kolam retensi. Adanya sejumlah kolam retensi itu menurutnya dinilai efektif untuk mengurangi banjir.
 
Salah satunya, kolam retensi Gedebage. Sejauh ini, kata dia, di Jalan Soekarno-Hatta kawasan Gedebage belum kembali terjadi banjir yang menyebabkan kemacetan panjang.
 
Baca juga: Kota Padang Darurat Predator Anak, 6 Kasus Pencabulan Terungkap Sepanjang November
 
"Setelah itu dibangun, jalur cepat (Jalan Soekarno-Hatta) belum pernah terendam. Jadi belum pernah terdengar lagi antrean panjang (kendaraan), itu sudah setahun lebih," ungkapnya.
 
Untuk menangani permasalahan banjir, lanjut Didi, ada sejumlah metode yang dapat dilakukan. Mulai dari pembenahan aliran, mengoptimalkan resapan, dan membuat tempat parkir air dengan kolam retensi.
 
Namun, ia menilai saat ini yang paling efektif untuk menangani banjir yakni dengan kolam retensi karena memiliki daya tampung air yang cukup besar.
 
"Tapi permasalahannya lahannya susah, jadi sebenarnya kalau sumur imbuhan (resapan) dikerjakan secara masif, itu akan efektif," terang dia.
 
Karena itu, imbuh Didi, masyarakat juga perlu melakukan upaya masing-masing dengan membuat sumur resapan meski Pemerintah Kota Bandung terus menambah kolam retensi.
 
"Kalau setiap rumah bikin sumur imbuhan satu rumah satu itu sangat efektif sekali," kata dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif