Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar, MI/ Rommy Pujianto
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar, MI/ Rommy Pujianto

Menteri Desa Sebut Batang Percontohan Pengelolaan Anggaran yang Transparan dan Akuntabel

M Rodhi Aulia • 15 Maret 2016 23:40
medcom.id, Batang: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar mengapresiasi pengelolaan anggaran di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Marwan menyebut Batang sebagai percontohan terkait pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.
 
"Ini jadi role model di seluruh Indonesia," kata Marwan di depan Rumah Dinas Bupati Batang, Jalan Veteran, Selasa (15/3/2016).
 
Marwan mengakui perwujudan prinsip transparan dan akuntabel dalam hal anggaran adalah masalah serius bagi semua pihak. Marwan menghargai Kabupaten Batang karena memulai membuktikan transparansi dan akuntabel dari daerah terkecil.

Adalah 15 desa di Kabupaten Batang, sudah berani 'menelanjangi' APBDes nya. Termasuk dana desa yang didapatkan dari pemerintah pusat melalui Kemendes PDTT.
 
Marwan berharap besar Kabupaten Batang dapat menularkan semangat itu ke daerah lain. "Adanya transfer of knowledge ke kabupatan atau kota lain di Indonesia," tukas dia.
 
Pemerintah Kabupaten Batang di bawah kepemimpinan Yoyok Riyo Sudibyo mendobrak kelaziman yang terjadi di Batang. Yoyok memaksa semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan desa untuk membuka anggarannya kepada publik secara luas.
 
Khusus dana desa yang mulai bergulir era Presiden Jokowi ini, dikatakan Yoyok sebagai pertaruhan besar. Ia siap menerima anggaran berapa pun dan siap mempertanggung jawabkan anggarannya kepada publik. Tentunya dengan prinsip kehati-hatian.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>